Subiakto Ingin Entaskan Kemiskinan Lewat Koperasi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan Menteri Koperasi dan UKM era Orde Baru, Subiakto Tjakrawerdaya meninggal dunia pada Sabtu, 2 Januari 2021 pukul 22.50 WIB. 

Sempat disemayamkan di rumah duka Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ketua Yayasan Damandiri periode 2016-sekarang itu untuk terakhir kalinya diberikan penghormatan dalam upacara pemakaman di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Minggu (3/1/2021) pukul 14.00 Wib, secara tertutup.

Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 30 Juli 1944 atau meninggal di usia 76 tahun, Subiakto Tjakrawerdaja merupakan Menteri Koperasi Indonesia pada 1993- 1998 pada Kabinet Pembangunan VI dan Kabinet Pembangunan VII di masa pemerintahan Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto.

Semasa hidupnya, Pak Biakto sapaan akrabnya, dikenal memiliki komitmen yang sangat tinggi dalam membangun dan memajukan koperasi di Indonesia.

Bagi pengurus Koperasi Sahabat Damandiri Argomulyo, Pak Biakto adalah sosok pembimbing, guru sekaligus Bapak Koperasi Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) se-Indonesia.

“Almarhum merupakan sosok motivator yang tegas, telaten dalam membina kami di Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo.

Beliau juga suri teladan saya dalam memimpin koperasi, guru saya dalam mendampingi masyarakat prasejahtera di DCML Argomulyo,” ujar Ketua Koperasi Sahabat Damandiri Argomulyo, Gatot Nugroho, Minggu (3/1/2021).

Menurut Gatot, salah satu cita-cita mulia Pak Biakto semasa hidup adalah mewujudkan seluruh masyarakat desa sebagai anggota koperasi. Dengan menjadi anggota koperasi, diharapkan rasa gotong royong, dan rasa kebersamaan antarwarga, baik yang kaya maupun yang miskin akan muncul. Sehingga bisa saling mengisi, yang pada akhirnya akan mengangkat masyarakat prasejahtera di Indonesia.

“Saya sangat kehilangan atas wafatnya alm. Beliau adalah salah satu sosok bapak koperasi Indonesia. Semoga semua amal kebaikan, selalu mendapat pahala yang luas dari Allah SWT. Semoga khusnul khotimah,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan pengurus Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul, Ambyah. Ia menyebut, alm Subiakto Tjakrawerdaya merupakan salah satu tokoh nasional yang memiliki wawasan kebangsaan serta profesionalitas yang sangat tinggi. Tak hanya itu, Pak Biakto juga dikenal sebagai sosok pekerja keras serta memiliki semangat yang sangat tinggi hingga akhir hayatnya.

“Beliau mau menerima pendapat orang lain, jika pendapat orang lain itu menurutnya bagus, dia akan ikuti. Almarhum juga sosok yang disiplin. Meski kadang suka marah, tapi tidak menaruh dendam. Yang patut ditiru dari beliau salah satunya adalah tidak mau menunda-nunda pekerjaan. Semangatnya luar biasa sampai akhir hayatnya,” katanya.

Lihat juga...