Taman Baca Restorasi di Sikka Perlu Kembangkan Cara Membaca Online

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Taman Baca Restorasi di jalan trans utara Flores tepatnya di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, perlu mengembangkan cara membaca secara online.

Penasehat Taman Baca Restorasi di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, Fransiskus Laka saat ditemui di kantornya, Kamis (14/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

Taman baca yang berada persis di jalan raya utama ini mengundang siapapun untuk datang membaca di tempat yang disediakan baik anak-anak maupun orang dewasa.

“Perlu dipikirkan agar ke depannya bisa dikembangkan cara membaca secara online,” kata Penasehat Taman Baca Restorasi, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, Fransiskus Laka, saat ditemui di kantor Perumda Wair Puan di Kota Maumere, Kamis (14/1/2021).

Frans menyebutkan, membaca secara online diperlukan mengingat saat ini segala sesuatu bisa dilakukan hanya menggunakan telepon genggam pintar Android sehingga bisa menyasar segmen pembaca lain melalui internet.

Menurutnya, kehadiran taman baca ini sangat membantu anak-anak di daerah sekitarnya yang kebanyakan orang tua mereka hanya petani dan minim sekali fasilitas pembelajaran.

“Hadirnya taman baca ini bukan saja berguna bagi anak-anak sekolah tapi juga bagi orang tua karena ada buku-buku soal pertanian dan peternakan yang bisa membantu mereka dalam pekerjaannya,” ucapnya.

Frans mengaku bangga sebab taman baca ini ditata secara menarik dengan mempergunakan material bekas dan dicat beraneka warna sehingga menarik minat siapapun yang melintas untuk mampir.

Ia berpesan agar masyarakat Patisomba yang berada di sekitar taman baca ini bisa memanfaatkan taman baca ini untuk mengembangkan pengetahuan khususnya anak-anak sekolah.

“Taman baca ini juga masih membutuhkan banyak buku-buku bacaan sehingga saya berharap semakin banyak orang yang menyumbangkan bukunya untuk diletakkan di tempat ini,” harapnya.

Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) NTT, Polikarpus Do mengatakan, literasi merupakan sebuah gerakan bersama sehingga menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mengembangkan budaya literasi di masyarakat.

Polikarpus menegaskan bahwa budaya literasi bukan hanya tanggungjawab pegiat, organisasi taman baca, Dinas Pendidikan serta Dinas Perpustakaan saja tetapi literasi itu untuk semua dan semua untuk literasi.

“Kami berkeliling NTT guna membantu membangun rumah baca dengan menjalin kerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.Taman baca ini merupakan bantuan dari Kemendikbud melalui program Rintisan Taman Baca Masyarakat (TBM),” ungkapnya.

Lihat juga...