Target Panen Padi di Banyumas 2020, Terlampaui

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19, Kabupaten Banyumas tetap bisa memenuhi target produksi panen padi, bahkan hasil panen melampaui target. Total produksi panen sepanjang Januari hingga Desember 2020 mencapai 371.144 ton.

Kepada Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso mengatakan, tahun ini produksi panen melampaui target hingga 2.186,9 ton. Meskipn didera cuaca ekstrem, namun untuk beberapa lahan pertanian yang berada di lereng Gunung Slamet tetap bisa panen hingga tiga kali.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso dijumpai di kantornya, Senin (4/1/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Target produksi panen terpenuhi, bahkan melampaui target, karena meskipun untuk sawah irigasi hanya panen dua kali, namun untuk sawah-sawah di lereng Gunung Slamet tetap bisa panen tiga kali dan hasilnya juga bagus,” terangnya, Senin (4/1/2021).

Untuk luasan lahan panen sampai dengan bulan Desember kemarin sudah mencapai 63.800 hektare. Target luasan panen di Kabupaten Banyumas sendiri sebenarnya mencapai 68.000 hektare. Karena kemarau panjang, beberapa lahan pertanian hanya bisa tanam dua kali, diselingi dengan menanam palawija.

Untuk setiap musim tanam Dinpertan Banyumas targetkan 32.000 hektare, mengingat target luasan tanam per tahunnya mencapai 68.000 hektare.

Di Kabupaten Banyumas sendiri total luasan lahan sawah mencapai 32.255 hektare, terdiri dari sawah irigasi seluas 24.752 hektare dan sawah tadah hujan ada 7.503 hektare. Dan untuk lahan pertanian bukan sawah ada 61.590 hektare, terdiri dari kebun, ladang atau huma, hutan rakyat, padang rumput dan lainnya.

Setelah musim kemarau kemarin berlalu, berganti dengan datangnya musim hujan yang juga cukup ekstrem. Di mana banyak lahan pertanian yang terdampak banjir pada beberapa daerah di pinggiran Kabupaten Banyumas.

Salah satu daerah yang hasil panennya tetap bagus meskipun di tengah musim kemarau lalu yaitu di Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo. Petani di desa tersebut bisa memanen padi hingga 8 ton hektare, padahal rata-rata produktivitas panen di musim kemarau hanya pada kisaran 5,2 ton.

“Kita mengantisipasi musim kemarau lalu dengan mempercepat masa tanam, sehingga saat tanaman masih usia muda, ketersediaan air masih cukup,” kata salah satu petani di Rawalo, Eko Widyarto.

Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo ini merupakan salah satu lumbung pertanian di Banyumas, dimana produksi pertanian melimpah. Hanya saja, sebagian besar petani di desa tersebut hanya bisa panen dua kali dalam satu tahun karena terkendala air.

Selain itu, beberapa saluran irigasi juga ada yang rusak, sehingga semakin tidak memungkinkan bagi petani untuk tanam padi sampai tiga kali.

“Kalau musim kemarau, di sini sulit air, saluran irigasi juga tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal, karena banyak yang rusak,” jelasnya.

Lihat juga...