Tidak Memiliki Murid, Rejang Lebong Tutup Operasional Satu Sekolah Negeri

REJANG LEBONG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menutup operasional satu sekolah di daerah itu lantaran tidak memiliki siswa.

Kepala Disdikbud Rejang Lebong Khirdes Lapendo Pasju di Pemkab Rejang Lebong, Senin, mengatakan sekolah yang ditutup ini ialah SMP Negeri 32 Kabupaten Rejang Lebong karena sampai dengan semester genap kemarin jumlah muridnya hanya ada dua orang.

“Muridnya hanya ada dua orang dengan rincian satu orang siswa ini akan pindah ke Jambi untuk ikut kakaknya di sana, sedangkan satu orang lagi akan kita titipkan ke sekolah terdekat karena berdasarkan informasi pihak keluarganya sudah sepakat dan menyetujui dipindahkan ke MTs terdekat,” kata dia.

Dia mengatakan sekolah negeri tersebut berada di Kecamatan Binduriang, di mana selain memindahkan siswanya ke sekolah lain juga termasuk tiga orang guru ke sekolah-sekolah terdekat yang kekurangan jam mengajar.

Jumlah siswa yang ada di sekolah ini, kata dia, hanya ada dua orang yang berasal dari kelas 1 dan 3. Sekolah ini mengalami kekurangan siswa sejak 5 tahun belakangan, setiap tahun terus menurun dan puncaknya terjadi pada tahun ajaran 2020/2021 dan menyisakan dua orang siswa.

“Sekolahnya bukan di merger atau gabung tetapi kita tutup, sementara perangkat pemerintahnya sudah kita bicarakan untuk mencari solusi bagaimana kiat-kiat kembali, berkolaborasi karena seyogyanya satu kecamatan itu minimal ada satu sekolah negeri tingkat SMP,” terangnya.

Sejauh ini gedung eks SMP Negeri 32 Rejang Lebong itu sendiri rencananya akan dipinjampakaikan dengan MTs terdekat yang sebelumnya pernah mengajukan permohonan meminjam gedung sekolah itu, namun pihaknya masih akan berkoordinasi dengan bagian aset di BPKD Rejang Lebong.

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi mengatakan tidak masalah eks gedung sekolah itu dipinjamkan ke sekolah MTs yang ada di wilayah itu yang memiliki jumlah murid mencapai 160 orang dan kekurangan gedung.

“Sekolah itu kita pinjamkan dulu dengan madrasyah dari pada kosong, madrasyah ini minatnya banyak ada lebih kurang 160 an orang muridnya,” kata Bupati Ahmad Hijazi. [Ant]

Lihat juga...