Timbunan Sampah Dikeluhkan Warga Tambakmulyo Semarang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pengelolaan sampah menjadi persoalan, yang dihadapi warga Tambakmulyo Kelurahan Tanjung Emas Semarang. Timbunan sampah tersebut menumpuk di lahan kosong, persis di bawah jembatan jalur lingkar Arteri.

Arifah, warga Tambakmulyo Semarang saat ditemui di sekitar lokasi, Rabu (6/1/2020). Foto Arixc Ardana

“Timbunan sampah ini sudah tahunan, dulu sesekali saya bersihkan lalu saya bakar, namun jumlahnya terus bertambah. Rata-rata yang buang sampah bukan warga sekitar, namun wilayah lainnya. Mereka datang naik motor atau becak, lalu buang sampah di tempat tersebut,” papar Arifah, warga Tambakmulyo saat ditemui di lokasi, Rabu (6/1/2020).

Dipaparkan, persoalan tersebut sebenarnya sudah disampaikan kepada ketua RT setempat, hingga kemudian ditindaklanjuti dengan pembangunan bak sampah, yang letaknya sekitar 100 meter dari lahan pembuangan sampah saat ini.

“Namun bak sampah tersebut, tidak lama berfungsinya, karena lokasi pembangunannya di wilayah Kelurahan Kemijen, sementara yang buang sampah rata-rata warga Tanjung Emas, kemudian muncul polemik. Akhirnya baru sebentar beroperasi, langsung tutup. Lokasi tempat bak sampah tersebut, sekarang juga malah mangkrak,” terangnya lagi.

Dirinya berharap persoalan sampah itu bisa segera tertangani, apalagi lahan kosong tempat pembuangan sampah tersebut, sebenarnya tanah rawa, sehingga sebagian masih tergenang air.

“Dari segi kesehatan tidak baik, demikian kalau dilihat juga tidak bagus. Harapannya sampah-sampah tersebut, bisa diangkut dan dibuang. Kemudian ada bak sampah yang disediakan, ada petugas kebersihannya, sehingga sampah tidak menumpuk,” tandas wanita pemilik warung kelontong, yang terletak disamping lokasi pembuangan sampah tersebut.

Hal senada juga disampaikan Ardian, salah seorang warga yang kebetulan tengah service kendaraan di bengkel yang berlokasi di depan timbunan sampah.

“Kalau warga disini inginnya, sampah-sampah tersebut bisa dipindahkan ke tempat pembuangan akhir (TPA) sehingga tidak menumpuk. Selain itu juga disediakan bak sampah, agar warga yang ingin buang sampah tidak kebingungan. Mungkin karena tidak ada bak sampah, jadi sampah-sampah yang ada dibuang begitu saja di lahan kosong,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, saat dihubungi menandaskan, lokasi tersebut, secara prinsip bukan tempat pembuangan sampah. “Apalagi di lokasi tersebut kondisinya rawa-rawa,” terangnya.

Disinggung terkait keberadaan bak sampah di wilayah tersebut, Sapto menjelaskan pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Coba akan kita cek terlebih dahulu, karena sebelumnya kita sudah siapkan, namun ada penolakan dari warga. Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera diatasi,” pungkasnya.

Lihat juga...