Transmisi Lokal Sebabkan Sepinya Pengunjung Pantai di Sikka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pandemi Corona dan merebaknya transmisi lokal di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang menyebabkan beberapa orang meninggal dunia sejak Desember 2020, membuat masyarakat urung mendatangi tempat-tempat wisata pada liburan akhir tahun ini.

“Biasanya banyak yang merayakan Natal dan Tahun Baru di tempat kami, tapi karena merebaknya virus Corona, hanya satu – dua pengunjung saja yang datang,” kata Endi Dinong, pengelola pantai wisata Pantai Kita, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, saat dihubungi Cendana News, Minggu (3/1/2021).

Endi, sapaannya, menyebutkan kunjungan ke tempat wisatanya berkurang drastis dibandingkan bulan November sebelum adanya pasien meninggal akibat Covid-19.

Warga Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, Agustinus Andidaktus, saat ditemui di rumahnya, Minggu (3/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengatakan, sejak Agustus hingga November 2020 setiap hari Minggu biasanya pengunjung bisa mencapai 50 orang. Namun, sejak Desember 2020 menurun hingga maksimal 20 orang setiap hari Minggu.

“Biasanya hari raya Natal dan Tahun Baru bisa mencapai 500 pengunjung, tapi sejak merebaknya pandemi Corona menurun, apalagi dengan adanya kasus transmisi lokal,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan warga Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete, Agustinus Andidaktus, saat ditanya mengenai jumlah pengunjung ke pantai wisata Wairterang.

Menurut Andi, sapaannya, pengunjung pantai wisata Wairterang juga berkurang drastis. Sebab, biasanya saat usai hari raya Natal dan Tahun Baru banyak keluarga yang membawa anggota keluarganya berwisata di pantai ini.

“Merebaknya pandemi Corona dengan adanya transmisi lokal membuat pengunjung menurun drastis. Hanya beberapa anak muda saja yang terlihat bersantai di pantai,” ucapnya.

Andi menyebutkan, setiap hari pun hanya pengendara sepeda motor dan mobil pribadi yang mampir bersantai di pantai ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Maumere maupun Larantuka.

Menurutnya, meskipun tarif masuknya murah, hanya Rp10 ribu, termasuk menyewa satu set meja dan kursi yang ada di pantai wisata ini, namun pengunjung berkurang drastis saat Natal dan Tahun Baru.

“Tahun baru ini biasanya pengunjungnya banyak sekali, namun saat ini hanya beberapa puluh orang saja dan hampir tidak ada keluarga yang berlibur bersama di pantai wisata Wairterang,” ucapnya.

Lihat juga...