Tren Tanaman Hias, Kaktus Digemari Warga Semarang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Di tengah tren berkebun, dengan beragam jenis tanaman hias baru yang mulai dikenal, rupanya kaktus masih tetap digemari. Khususnya jenis kaktus mini, sebab selain mudah perawatannya, juga bentuknya kecil sehingga bisa diletakkan dimana pun sebagai dekorasi ruangan atau taman.

Peminat tanaman kaktus masih tetap ada, apalagi saat ini masih pandemi Covid-19, banyak yang berdiam diri di rumah, sehingga masyarakat pun mencari kegiatan baru dengan merawat tanaman.

“Kaktus tetap dicari, terutama kaktus mini, karena bentuknya kecil, serta dapat tumbuh jadi semacam bunga duri warna-warni. Ada yang merah, kuning, oranye, jadi menarik untuk hiasan ruangan,” papar penjual tanaman hias, Nuraeni saat ditemui di lapak tanaman hias miliknya di kawasan Pedalangan Kota Semarang, Senin (11/1/2021).

Dengan perawatan yang baik, penyiraman teratur, hingga penggunaan metan yang sesuai, tanaman kaktus bisa tumbuh subur dan menjadi penghias ruangan, Semarang, Senin (11/1/2021). Foto: Arixc Ardana

Selain itu, perawatan kaktus yang dinilai lebih mudah jika dibanding jenis tanaman lain, menjadikan tanaman tersebut tetap diburu.

“Harga kaktus juga masih terjangkau, mulai dari Rp15 ribu hingga di atas Rp100 ribu, terutama untuk kaktus impor. Namun kalau secara umum masih murah,” terangnya.

Keunikan tanaman kaktus tersebut, juga mampu menarik perhatian Hendrati Hapsari, salah seorang penggemar tanaman hias di Kota Semarang, untuk mengoleksi kaktus.

“Kaktus ini bisa dibilang tanaman segala zaman, karena dari dulu sampai sekarang tetap digemari. Tanamannya sederhana, hanya terdiri dari batang kemudian ada juga yang ‘berbunga’. Namun justru kesederhanaan ini yang menjadi daya tarik,” terangnya.

Ada beragam jenis kaktus yang sudah dikenal, mulai dari jenis lilin, coboy atau kaktus tidak berduri, centong, hingga kaktus mini.

“Tanaman Kaktus juga cantik, menarik dan bisa ditempatkan di luar maupun di dalam rumah. Untuk perawatan, juga terbilang mudah jika dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Namun tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar kaktus dapat tumbuh subur,” terangnya.

Pada umumnya kaktus dapat ditanam di tanah luar ruangan, seperti taman atau depan rumah, namun usahakan tidak terkena sinar matahari langsung.

“Musuh terbesar kaktus ini sebenarnya air, jika terlalu banyak, tanaman ini akan mudah busuk, namun jika kekurangan juga akan mati. Jadi faktor ini menjadi perhatian. Untuk penanaman kaktus di dalam pot, bisa dicek media tanamnya, jika terlalu kering bisa disiram. Sebaliknya, jika masih lembab, sebaiknya tidak perlu disiram,” papar Indri, panggilan akrabnya.

Penyiraman bisa dilakukan tiga hari atau seminggu sekali. Meskipun kaktus memiliki karakteristik yang memungkinkan bertahan hidup di habitat kering, namun tanaman tersebut tetap tidak akan berkembang jika kekurangan air, begitu juga sebaliknya.

“Sementara, untuk penanaman kaktus dalam pot. Faktor metan atau media tanam, menjadi hal yang perlu diperhatikan. Gunakan tanah yang sudah dicampur pupuk, bisa kompos atau pupuk lainnya, untuk membantu mempercepat pertumbuhan,” lanjutnya.

Dengan perawatan yang baik, penyiraman teratur, hingga penggunaan metan yang sesuai, tanaman kaktus pun bisa tumbuh subur dan menjadi penghias ruangan, taman atau pun halaman rumah.

“Ada satu hal yang perlu diingat, karena ini jenis kaktus, tanaman ini rata-rata memiliki duri, baik ukurannya kecil atau besar, sehingga usahakan penempatan kaktus ini tidak mudah terjangkau anak-anak. Mereka juga perlu diberi edukasi, bahwa kaktus merupakan tanaman berduri jadi harus hati-hati,” pungkasnya.

Lihat juga...