Tumis Jamur Kuping, Penyempurna Hidangan di Meja Makan

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Bagi sebagian orang, tumis jamur kuping atau yang dikenal juga dengan sebutan lember merupakan salah satu hidangan wajib di meja makan. Teksturnya yang kenyal, dibalur dengan bumbu-bumbu pilihan, membuat tumis jamur kuping terasa gurih dan nikmat, serta mampu menambah selera makan.

Selain nikmat, berdasarkan sejumlah literatur medis, lember juga memiliki kandungan antioksidan yang berguna untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, vitamin B untuk kesehatan kulit dan sistem pencernaan, kandungan kalium yang berguna untuk mencegah dan mengobati penyakit jantung, serta mengandung protein, beta glucan, vitamin D dan tembaga.

Popon, ibu rumah tangga asal Kampung Babakan Mantri, Desa Pinggir Sari, Kecamatan Arjasari berbagi resep cara menumis Jamur Kuping. Meski terbilang mudah, namun mengolah lember tidak boleh sembarangan, sebab bisa meninggalkan bau yang tidak sedap.

“Pertama kita harus cuci jamurnya sampai betul-betul bersih, soalnya suka ada lumut yang nempel. Kalau saya biasanya cuci sampai lima kali, biar semakin yakin tidak ada kotoran yang tersisa di jamurnya,” kata Popon kepada Cendana News, Sabtu (23/1/2021) di kediamannya.

Adapun bahan-bahan yang perlu disiapkan antara lain cabai, bawang putih, bawang merah, tomat, garam secukupnya, royco dan gula pasir. Semua bahan itu disesuaikan dengan kapasitas lember yang akan diolah.

“Sebetulnya lebih enak lagi kalau ditambah daun kemangi. Biar makin wangi. Tapi kalau yang tidak suka aroma kemangi, tidak pun tidak masalah,” ujarnya.

Selanjutnya, iris kecil-kecil bawang, tomat dan cabai, lalu tumis dengan minyak secukupnya, hingga aroma bumbu tercium. Kemudian masukkan lember ke dalam penggorengan. Tumis hingga matang. Setelah semua proses itu dijalankan, tumis lember bisa disajikan.

“Tumis lember ini enak banget. Alhamdulillah keluarga di rumah semua suka. Bahkan, nasi dengan tumis lember saja cukup untuk jadi hidangan makan siang atau malam,” tutur Popon.

Bagi warga Desa Pinggir Sari yang notabene tinggal di wilayah pegunungan, lember tidak sulit didapatkan. Lember banyak ditemui di batang pohon yang sudah lama tumbang.

“Banyak di leweng (hutan). Saya biasanya dapat dua kantong kresek kalau cari lember di sana. Dan syukurnya tumbuh terus, tidak habis-habis lembernya,” kata Maulana, suami Popon.

Maulana mengatakan, setiap akhir pekan ia selalu menyempatkan diri mencari lember di hutan, sebab, menurut dia, selalu ada yang kurang mantap, jika tumis lember tidak tersedia di meja makan.

“Kalau kata saya mah tumis lember buatan Istri paling enak. Gurih, kenyal dan pedas, melengkapi hidangan meja makan di rumah,” pungkasnya.

Lihat juga...