Tumis Kulit Singkong, Kuliner Khas Sunda yang Unik dan Lezat

Editor : Mahadeva

Tumis Kulit Singkong, buatan Ibu Esin yang sudah siap disantap, Sabtu (23/1/2021) di Kampung Kina 10, Desa Pingggirsari, Arjasari, Kabupaten Bandung - Foto Amar Faizal Haidar

BANDUNG – Masyarakat Sunda, pantas disebut ahlinya dalam urusan mengolah sayur mayur menjadi sajian kuliner istimewa. Maka tidak heran, kulit singkong, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai sampah, ditangan dari orang Sunda bisa diracik menjadi kuliner lezat yang menggugah selera.

“Kalau orang sunda menyebut, olahan kulit singkong itu kadedemes, lebar (sayang) untuk dibuang, sampai kulitnya saja bisa dimasak untuk jadi makanan,” kata Ibu Esin (59), warga Kampung Kina 10, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (23/1/2020).

Salah satu cara mengolah kulit singkong adalah dengan cara ditumis. Masyarakat Sunda menyebutnya sebagai Empoy. Kepada Cendana News, Ibu Esin, berbagai cara membuat kuliner khas Jawa Barat tersebut. Cara mengolahnya, langkah pertama membersihkan kulit singkong, membuang kulit tipis yang berwarna coklat. Setelah itu, kulit singkong direbus hingga teksturnya menjadi empuk. “Habis direbus, direndam lagi selama dua hari dua malam. Jangan lupa, setiap malam air rendamannya diganti, biar makin bersih,” ujar Ibu Esin.

Setelah proses itu dilewati, kulit singkong siap untuk ditumis. Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain, cabei kriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, kemiri, dan kencur. “Semua bahan itu dihaluskan. Kemudian ditumis sampai aroma harumnya tercium. Kemudian masukkan kulit singkong dan aduk sampai merata. Tambahkan garam, gula dan penyedap rasa, sesuaikan dengan selera. Kalau dirasa sudah cukup, bisa diangkat dan dihidangkan,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Pak Emen, Suami Bu Esin mengatakan, empoy termasuk kuliner yang sulit ditemukan. Tidak ada yang menjual kuliner tersebut. “Jadi empoy ini betul-betul masakan rumahan. Saya bersyukur punya kebun singkong, jadi kalau mau bikin empoy gampang. Kebetulan orang di rumah suka semua, karena enak itu,” tuturnya.

Pak Emen mengaku, tidak rugi menaman singkong. Hampir semua bagian yang dihasilkan bisa dikonsumsi. Mulai dari singkongnya sendiri, kulit singkong, dan daunnya bisa nikmat dijadikan lalapan bersama sambal. “Jadi semua yang berasal dari singkong itu bermanfaat. Batang pohon saja bisa kita dijadikan kayu bakar. Di samping itu juga, ngurus tanaman singkong kngga susah, nggak butuh modal yang besar,” pungkasnya.

Lihat juga...