UI Masih Terus Meneliti Vaksin yang Sesuai Bagi Indonesia

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Berkembangnya penelitian vaksin terkait COVID 19, banyak menghasilkan berbagai jenis dan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sesuai dengan basisnya. Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Indonesia pun, masih dalam tahap penelitian untuk menghasilkan yang paling sesuai untuk populasi Indonesia.

Ketua Tim Pengembangan Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia Budiman Bela menyatakan, pilihan mempercepat pengembangan dilakukan bukan dengan menghilangkan aspek keselamatan pasien.

“Tapi dengan mempertimbangkan hasil-hasil penelitian sebelumnya terkait vaksin SARS-COV yang sudah ada sebelumnya. Sehingga bisa menghasilkan suatu vaksin yang cocok dan efektif dalam memenuhi kebutuhan populasi Indonesia,” kata Budiman dalam acara online Inovasi Indonesia, Jumat (22/1/2021).

Ia menegaskan, suatu pengembangan vaksin haruslah melewati beberapa penelitian yang berkaitan dengan mekanisme kembang biak virus hingga aspek efisiensi penggunaan, yaitu penggunaan dosis berbanding tingkat kekebalan yang dihasilkan.

“Jadi, proses kesembuhan itu dapat terjadi jika sistem kekebalan tubuh seseorang bisa merespon dengan baik dan menghilangkan fungsi virusnya,” ucapnya.

Dasar pengembangan vaksin, lanjutnya, adalah bagaimana agar sebelum terjadi infeksi berat, perkembangbiakan vaksin dapat dihambat.

“Ada tiga jenis sel yang dapat menimbulkan kekebalan spesifik, yaitu sel B yang memproduksi anti bodi, sel T Cytotoxicity yang membunuh sel terinfeksi dan sel T-helper atau sel T-CD8 yang menstimulasi sel B dan sel T Cytotoxicity,” urainya.

Dengan fakta tersebut, maka penghambatan virus dapat dilakukan dengan cara, respon imun spesifik, respon imun innate dan pembunuhan sel terinfeksi.

“Untuk membunuh sel terinfeksi ini, dilakukan dengan cara sel T-CD8 spesifik, ADCC (Antibody Dependent Cellular Cytotoxicity) dan lisis sel terinfeksi oleh aktivasi komplemen,” urainya lebih lanjut.

Budiman menyebutkan di Universitas Indonesia, vaksin yang dikembangkan adalah berbasis DNA, berbasis RNA dan protein rekombinan sub unit dan VLP.

“Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang masih diteliti oleh tim kami. Hingga bisa menghasilkan vaksin yang memenuhi standar WHO,” tandasnya.

Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro menyatakan Universitas Indonesia akan mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengentaskan pandemi COVID-19.

“Kami melakukan berbagai penelitian di berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pemerintah terkait COVID 19 ini,” kata Ari dalam kesempatan yang sama.

Termasuk dalam upaya pengembangan virus, yang selanjutnya disebut sebagai Vaksin Merah Putih.

“Vaksin adalah salah satu upaya yang kita harapkan dapat memberikan efek pada sektor kesehatan dan ekonomi. Harapannya, vaksin hasil UI ini dapat bersinergi dengan pemerintah dan industri untuk memberikan daya ungkit di akhir 2021,” pungkasnya.

Lihat juga...