Ulat Grayak Serang Jagung Petani di Sikka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Hama ulat grayak menyerang lahan pertanian jagung di hampir semua desa sentra pertanian jagung di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama musim tanam 2019/2020 yang menyebabkan gagal panen.

Kini hama ulat grayak masih menyerang lahan pertanian terutama tanaman jagung warga di Kecamatan Kangae dan Kewapante yang merupakan sentra produksi jagung di Sikka.

“Iya benar. Hama ulat grayak masih menyerang tanaman jagung terutama yang berumur di bawah sebulan,” kata Rofina Nona salah seorang petani jagung di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT saat dihubungi, Senin (11/1/2021).

Fina sapaannya, menyebutkan, akibat hujan yang terkadang paling cepat 3 hari baru turun, membuat hama ulat grayak mulai menyerang satu dua pohon tanaman jagung di dalam satu lahan.

Ia mengaku serangan hama ulat grayak di tahun 2021 tidak seperah di tahun 2020. Sebab hujan sering turun sehingga ulat grayak menghilang dan jagung pun tidak banyak mengalami kerusakan.

“Ya, tahun ini memang serangan hama ulat grayak tidak masif seperti tahun lalu. Dengan curah hujan yang tinggi membuat hamanya pun akan hilang bila hujan lebat sering turun,” sebutnya.

Fina berharap agar Dinas Pertanian Kabupaten Sikka bisa turun ke lahan-lahan pertanian yang terkena dampak agar serangan hama bisa diatasi lebih dini.

Sementara itu, anggota DPRD Sikka, Yosef Nong Soni, saat dihubungi Cendana News  mengaku, dirinya saat melakukan cek ke lapangan menemukan adanya serangan hama ulat grayak di kebun jagung di Kecamatan Kewapante.

Anggota DPRD Sikka, NTT, Yosef Nong Soni saat ditemui di kantornya, Senin (11/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

Soni berharap, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka khususnya Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, turun ke lahan pertanian agar bisa mencari solusi terkait serangan hama ulat grayak ini.

“Kita harus mengantisipasi sehingga jangan sampai setelah serangan hama meluas, baru kita kaget dan terlambat dalam penanganan. Kita harus belajar dari pengalaman tahun lalu, di mana petani mengalami gagal panen,” ujarnya.

Soni juga meminta agar Dinas Pertanian menyiapkan benih alternatif seperti kacang hijau dan kacang tanah untuk dibagikan kepada petani bila ada ancaman jagung mengalami gagal panen akibat serangan hama ulat grayak.

“Kita harus mengantisipasi agar jangan sampai terjadi gagal panen akibat serangan ulat grayak. Dinas Pertanian harus siapkan benih kacang tanah dan kacang hijau untuk antisipasi serangan hama sehingga petani bisa tanam tanaman lain agar ada pemasukan,” harapnya.

Lihat juga...