Uli, Tape dan Lepet Betawi Dominasi Jajanan Tradisional di Bekasi 

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Jajanan tradisonal khas Betawi masih mendominasi ragam jajanan tradisional yang dijual keliling di berbagai kompleks di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kudapan itu dijajakan lengkap, seperti tape ketan hitam, uli, dan lepet.

Ketiganya merupakan makanan tradisional khas Betawi, dengan bahan baku utama ketan, baik ketan hitam atau pun putih. Tape sendiri memiliki bahan baku ketan hitam yang difermentasi menggunakan ragi, kemudian uli adalah beras ketan putih dan kelapa yang dikukus, lalu dibungkus daun pisang.

Sementara, lepet, juga dari bahan baku ketan putih yang didalamnya berisi sejenis kacang polong. Kemudian, dililit daun kelapa muda sebagai bungkusnya. Ketiganya enak dimakan bersama tape ketan hitam, yang di Bekasi dikenal dengan tape uli.

Pak Eja di kompleks Puri Gading, Bekasi, Sabtu (9/1/2021). –Foto: M Amin

“Semua ini adalah makanan khas Betawi, seperti tape, uli dan lepet. Sama saja, jika dimakan bersama sebagai cemilan,” ungkap Pak Eja, mengaku lepet lebih banyak diminati dari tiga jenis jajanan khas Betawi yang dijajakan, saat ditemui di kompleks Purigading, Sabtu (9/1/2021).

Dia menjual tiga jenis makanan tersebut Rp10 ribu untuk tiga jenis, seperti uli, lepet dan tape ketan hitam atau satu jenis saja. Pak Eja mengaku berkeliling menjajakan kudapan tradisional khas Betawi dengan berjalan kaki mengitari beberapa kompleks elit, seperti di Kemang Pratama, Purigading, Pekayon dan lainnya.

“Rata-rata yang masih minta membeli penghuni di kompleks. Omzet lumayanlah sehari, kalau habis tembus Rp300 ribu lebih, tapi sekarang menurun karena Corona,” ungkap Pak Eja.

Diakuinya, kue tradisional yang dijajakan keliling dengan jalan kaki itu diambil dari satu tempat langganan pembuat aneka kue tradisional khas Betawi. Sistemnya setoran, sehingga ia tidak bisa menjelaskan proses pembuatannya.

Salah seorang warga, Dawud, mengaku saat ini mencari jajanan seperti lepet, uli atau tape ketan hitam gampang-gampang susah, alias untung-untungan.

“Seperti ini, untung pas lewat Pak Eja, masih nongkrong di sini, kalau mau cari khusus biasanya susah harus ke tempat yang jauh. Saya lebih gemar lepet buat cocol sambal di rumah ditemani kopi atau teh,” ujarnya.

Lihat juga...