UMKM Berpotensi Perbaiki Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, terus melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki ekonomi di tengah Pandemi Covid-19. Salah satu caranya dengan menekan laju penularan dengan beragam program.

“Saat ini kami terus menjalankan dua program selain menekan laju penularan Covid-19, dalam memperbaiki perekonomian di wilayah Kota Bekasi,” ungkap Rahmat Effendi, Wali Kota Bekasi, dikonfirmasi Cendana News di GOR Chandrabaga, terkait langkah perbaikan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19, Selasa (5/1/2020).

Dikatakan, salah satunya dengan memperbaiki produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya, dengan terus meningkat akses pemasaran dan perbaikan produk melalui dinas terkait yang diselaraskan dengan program pusat.

Menurutnya UMKM menjadi salah potensi peningkatan ekonomi di wilayah Kota Bekasi dengan beragam produk yang ada. Salah satunya melalui berbagai akselerasi pemulihan ekonomi juga dilakukan dengan melakukan reset dan transformasi ekonomi.

Rahmat Effendi meminta semua pihak terus menggali potensi UMKM apa saja yang bisa menembus pasar nasional dan internasional, dengan inovasi produk yang bisa dikembangkan.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Bekasi, Cahiroman dikonfirmasi terpisah mengakui bahwa dirinya susah untuk menganalisa laju pertumbuhan UMKM. Hal tersebut karena belum ada angka pasti yang didata oleh dinas terkait.

“Memang agak susah mencari angka makronya berapa sesungguhnya pertumbuhan UMKM yang disebutkan menjadi penopang dalam program pemulihan ekonomi nasional di daerah,” ungkap Chairoman kepada Cendana News.

Menurutnya, dinas UMKM Kota Bekasi pernah melakukan ekspos dengan mengatakan pelaku UKM mengalami pertumbuhan, misalkan dulu angka 15 ribu menjadi 30 ribu pelaku baru. Namun demikian angka UMKM binaan pemerintah masih tetap 3.000-an.

“Sehingga belum ada data yang pasti untuk bisa dipercaya atau menyakinkan bahwa ada data definitif angka UMKM yang tumbuh itu belum ada,” tukasnya mengaku belum bisa menjawab secara pasti apakah pertumbuhan ekonomi signifikan di kota Bekasi atau tidak.

Untuk itu, lanjutnya, perlu adanya pembenahan terkait tata kelola pemberdayaan UMKM terutama data pasti agar momentum pandemi untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi berbasis kreatif bisa maksimal.

Dalam kesempatan itu Chairoman, menyebutkan bahwa dari sisi peencapaian APBD dan penerimaan pendapatan baik PAD dan lainnya tercapai hampir 96 persen. Hal tersebut pernah disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi.

Artinya dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kota Bekasi masih under track sesuai dengan target perencanaan pembangunan Kota Bekasi bagaimana pembelanjaan dalam sektor belanja dapat direalisasikan sesuai dengan pembangunan 2020.

“Sehingga asumsi kita jalannya ekonomi masih dalam tahap sesuai perencanaan. Hal tersebut tentunya jadi modal dasar pembangunan di tahun 2021 yang dicanangkan naik hingga sampai mendekati perencanaan awal di APBD murni 2020. Berapa pertumbuhan belum tahu,” pungkasnya.

Lihat juga...