UMKM Sikka Siasati Penjulan Lewat Parcel

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Merebaknya pandemi corona membuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Manengah (UMKM) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan penjualan produknya.

Untuk mengatasi hal ini, para pelaku UMKM yang tergabung dalam wadah organisasi Asosiasi Pelaku Usaha UMKM dan Ekonomis Kreatif Kabupaten Sikka (AKUSIKKA) melakukan terobosan dengan menjual aneka parcel saat hari raya Natal dan Tahun Baru serta dijual setiap hari.

“Kami siasati sepinya penjualan produk pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif dengan membuat parsel,” kata Wakil Ketua AKUSIKKA, Sherly Irawati saat ditemui di tempat usahanya di Kota Maumere, Selasa (5/1/2021).

Sherly Irawati saat ditemui di tempat usahanya di Kota Maumere, Selasa (5/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Sherly mengatakan, aneka parcel tersebut terdiri dari beragam produk makanan seperti kua kering, makanan ringan seperti keripik serta aneka kopi dan berbagai barang kerajinan tangan.

Disebutkan, semua produk dikemas menjadi parsel yang diisi produk dan harga jual berbeda sehingga konsumen bisa memilih sesuai dengan jenis dan harga yang diinginkannya.

“Kami menjualnya dengan harga murah dimana yang terendah Rp 80 ribu hingga maksimal Rp150 ribu. Kami juga menerima pesanan parcel dengan produk sesuai keinginan pembeli,” ucapnya.

Selama hari raya Natal dan Tahun Baru 2021, kata Sherly, penjualan parcel lumayan meningkat hingga mencapai Rp5 juta lebih selama hari raya Natal belum termasuk hari raya tahun baru 2021.

Ditambahkannya, dana penjualan pun disisihkan sedikit untuk kas di organisasi AKUSIKKA dan setiap anggota diperbolehkan untuk menyetor produk untuk dikemas menjadi parcel.

“Setelah terbentuk tahun 2020 kami lakukan pendataan anggita UMKM dan Ekraf di Kabupaten Sikka dimana sudah ada sekitar 500 pelaku usaha. Kami juga mendaftarkan mereka mendapatkan bantuan dana dari pemerintah selama pandemi Covid-19,” terangnya.

Sherly menjelaskan, selama tahun 2020 AKUSIKKA melakukan kegiatan dengan menggandeng Kantor Bea Cukai Maumere dengan menggelar pelatihan ekspor impor dan memasukan produk pelaku usaha ke dalam katalog Bea Cukai Maumere.

“Kami juga bekerja sama dengan Bank NTT dimana pelaku usaha yang memiliki tabungan di bank pemerintah daerah ini difasilitasi pendaftaran merek dagang mereka,” ucapnya.

Sementara itu Sonya da Gama, salah seorang pelaku UMKM Kabupaten Sikka mengaku terbantu dengan adanya ide pembuatan parcel yang melibatkan segenap pelaku usaha yang mau terlibat.

Sonya mengatakan, adanya parcel sangat membantu dirinya yang memiliki produk madu murni kemasan yang juga diikutsertakan dalam produk yang dijual dalam parsel yang ditawarkan.

“Ya lumayan terbantu dengan adanya penjualan parcel melalui asosiasi sebab dampak pandemi corona membuat penjualan menurun drastis meskipun dalam sebulan selalu ada saja pembeli,” ucapnya.

Lihat juga...