Upaya Perluasan Jaringan Listrik 49 Desa di Kotim Terkendala Kondisi Topografi

Petugas PLN memperbaiki kerusakan jaringan di Jalan Juanda Sampit pada 4 November 2020 lalu – foto Dok Ant

SAMPIT – Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyebut, masih terkendala kondisi luas wilayah dan geofrafis, untuk memperluas jaringan listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Saat ini di masih ada 49 desa yang belum teraliri listrik PLN di daerah tersebut. “Saat ini, ada 49 desa yang belum berlistrik di Kotawaringin Timur (Kotim). Kendala kami adalah pada pembangunan jaringan listrik,” kata Manajer PT PLN Unit Layanan Pelanggan Sampit, Deddy Noveyusa, di Sampit, Sabtu (16/1/2021).

Luasnya wilayah dan rumitnya geografis, menjadi tantangan yang harus ditaklukkan untuk membangun jaringan listrik. Namun demikian diklaimnya, PLN terus berupaya agar perluasan jaringan ini bisa terealisasi.

Kabupaten Kotawaringin Timur, terdiri dari 17 kecamatan yang terbagi menjadi 168 desa dan 17 kelurahan. Infrastruktur di kawasan pelosok masih terbatas, membuat proses transportasi terhambat. Bahkan, masih ada beberapa desa yang belum bisa dijangkau melalui jalan darat, dan mengandalkan transportasi sungai.

Kendala cukup berat yang dihadapi adalah, masih minimnya ketersediaan akses jalan darat, yang layak untuk pengangkutan material dan peralatan. Selain itu, juga terkendala izin pembebasan lahan, atau tanam tubuh tanaman yang ada di sepanjang rencana jalur jaringan listrik.  Deddy berharap, kendala-kendala tersebut dapatg segera mendapatkan solusi, sehingga perluasan jangkauan jaringan listrik PLN ke seluruh desa semakin cepat.

Saat ini, jumlah pelanggan kategori rumah tangga subsidi Daya 450 (R1) sebanyak 27.659 pelanggan dan Daya 900 (R1) sebanyak 2.325 pelanggan. Sedangkan kategori tarif bisnis subsidi Daya 450 (B1) sebanyak 1.514 pelanggan. “Untuk nilai subsidi yang diterima PLN, kami tidak tahu, karena hasil tersebut menjadi ranah manajemen kantor pusat dengan pemerintah. Kemungkinan meningkat dari tahun ke tahun pasti ada, karena adanya penambahan dari data Terpadu Kementerian Sosial terkait warga yang berhak menerima subsidi listrik,” tambah Deddy.

Terkait tunggakan pelanggan satu bulan, untuk bulan ini belum ada. Namun, pihaknya berharap pelanggan selalu tertib membayar rekening listrik sebelum jatuh tempo tanggal 20 setiap bulannya. Untuk meningkatkan pelayanan, saat ini PLN telah memiliki Aplikasi New PLN Mobile, yang dapat membantu keperluan pelanggan menjadi semakin mudah. Layanan yang disediakan, pembayaran tagihan atau pembelian token, permohonan tambah daya, mengirim angka catat meter mandiri, serta pengaduan gangguan pelanggan.

Sementara itu, dalam hal pasokan daya ditegaskan, meskipun musim hujan, listrik di Kotawaringin Timur saat ini tetap aman. “Namun, yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu potensi pohon-pohon yang akan menyebabkan gangguan pemadaman aliran listrik apabila roboh menimpa jaringan PLN,” pungkas Deddy. (Ant)

Lihat juga...