Usaha Kuliner di Lamsel tak Terdampak Kenaikan Harga Daging Sapi

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kenaikan harga daging sapi pada sejumlah pasar tradisional belum berdampak signifikan pada usaha kuliner. Rika Agustin, pemilik warung makan penyedia menu sop konro atau iga sapi menyebut pasokan bahan baku tetap tersedia.

Pemilik warung di Jalan Lintas Timur Sumatera KM 3 Bakauheni, Lampung Selatan itu tetap menyediakan menu favorit pelanggan.

Harga daging sapi sebutnya sempat terdampak kurangnya pasokan dan imbas mogoknya pedagang daging sapi di Jabodetabek. Ia masih mendapat pasokan stabil dari penjual daging sapi di Pasar Bakauheni. Semula harga sempat alami kenaikan dari semula Rp120.000 menjadi Rp150.000 pada daging murni. Tulang iga dan campuran lemak Rp90.000 menjadi Rp100.000 per kilogram.

Pasokan bahan baku kuliner sop konro sebutnya lancar meski ia mengurangi pembelian. Dalam kondisi normal ia menyediakan sebanyak 10 kilogram per hari berkurang menjadi 8 kilogram. Pelanggan didominasi pengemudi truk ekspedisi, kru kapal dan pekerja pelabuhan masih menjadikan sop konro menu favorit. Sebab saat cuaca penghujan menu tersebut ikut menjaga stamina.

“Harga naik solusi pedagang kuliner berbahan daging sapi hanya dengan mengurangi jumlah bahan baku, kalau penjualan dengan harga tetap karena banyak pelanggan akan kecewa jika produk olahan kuliner ikut dinaikkan,” terang Rika Agustin saat ditemui Cendana News, Sabtu (23/1/2021).

Olahan daging dan tulang sapi buatan Rika Agustin jadi favorit pecinta kuliner di Jalan Lintas Timur Sumatera KM 3 Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (23/1/2021). -Foto Henk Widi

Rika Agustin bilang sejumlah pengusaha kuliner ikut diterpa dampak kenaikan harga daging sapi dan cabai rawit. Sebelumnya harga cabai rawit telah melonjak sejak akhir tahun 2020 dan bertahan pada pekan ketiga awal tahun 2021. Bahan pelengkap untuk sajian kuliner cabai sebutnya semula seharga Rp35.000 naik menjadi Rp80.000 per kilogram. Jenis cabai rawit bahkan bisa mencapai harga Rp100.000 per kilogram.

Solusi pengurangan jumlah olahan sop konro sebutnya jadi cara menghemat modal. Ia juga membeli cabai rawit untuk tambahan penyedap sambal pada sop konro dengan jumlah terbatas. Kunci tetap bertahan dengan usaha berbasis daging dan tulang sapi sebutnya mempertahankan rasa. Meski mengurangi jumlah ia tetap bisa mendapatkan pelanggan.

“Saat pelanggan ingin menikmati sop konro dipastikan tetap ada sehingga tidak kecewa,” sebutnya.

Rika Agustin juga tidak lantas menaikkan harga seporsi sop konro. Ia menjual seporsi sop konro seharga Rp20.000 dan hingga kini belum menaikkan harga. Ia berharap dengan adanya kelancaran pasokan daging sapi ikut berdampak pada penurunan harga. Idealnya bagi usaha kuliner harga daging sapi dan sejumlah bagian sapi mencapai Rp80.000 per kilogram.

Hutabarat, penikmat sop konro menyebut menikmati kuliner berbahan daging, tulang sapi untuk menjaga stamina. Perjalanan darat dari Sumatera tujuan Jawa melalui laut membuat kuliner sop konro jadi pilihan. Menikmati semangkuk sop konro selain mengenyangkan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Harga perporsi sop konro seharga Rp20.000 cukup terjangkau baginya.

“Lumayan murah untuk porsi pengemudi yang ingin melepas lapar sembari menunggu pelayanan kapal,” cetusnya.

Pedagang rawon berbahan daging sapi, Jarnah, di depan Menara Siger, Bakauheni menyebut belum terdampak kenaikan harga daging sapi. Setiap hari ia masih menyediakan sebanyak lima kilogram daging sapi bagian brisket atau sandung lamur. Bagian daging sapi tersebut dibeli seharga Rp135.000 perkilogram. Harga tersebut lebih mahal dibanding sebelumnya hanya Rp120.000.

“Harga daging sapi alami kenaikan namun bisa kembali turun sehingga dampaknya tidak signifikan bagi usaha rawon daging,” urainya.

Jarnah menyebut masih tetap menjual seporsi rawon seharga Rp20.000. Rawon daging sapi dengan bumbu keluwek masih jadi menu utama pada warung miliknya. Pasokan daging sapi  berasal dari pasar Bakauheni menurutnya masih cukup lancar. Sebab ia telah menjadi pelanggan tetap yang akan disisihkan bagian daging brisket untuk bahan rawon.

Pedagang daging sapi di Pasar Bakauheni, Juhari, mengaku pengaruh kenaikan daging sapi di Jawa ikut dirasakan di Sumatera. Meski demikian kenaikan tidak terlalu signifikan karena Lampung dikenal sebagai lumbung ternak sapi. Setiap hari ia mengambil sebanyak 200 kilogram daging sapi dan bagian lain dari Rumah Potong Hewan (RPH) Sidomulyo. Daging sapi dan bagian tulang,jeroan dan kulit jadi bahan baku kuliner.

Pelanggan tetap daging sapi dan bagian lain dominan usaha kuliner. Selain warung makan ia memenuhi kebutuhan pedagang bakso, soto dan sate. Kebutuhan setiap usaha kuliner sebutnya tetap bisa dipenuhi. Ia akan menjelaskan ke pelanggan kenaikan harga rata rata Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram sejak pasokan dari RPH.

Lihat juga...