Vaksinasi Covid-19 di Bekasi Dimulai dari Forkopimda

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Vaksinasi COVID-19 di Kota Bekasi, Jawa Barat, dimulai di Gate 19, GOR Chandrabaga. Vaksin dimulai dari Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), meliputi Wali Kota Bekasi, Dandim, Kapolrestro, Kejari, Ketua DPRD, kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala RSUD, Jumat (15/1/2021).

Kemudian dilanjutkan oleh Wakil Wali Kota Bekasi, P2P, kepala dinas, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menjadi yang pertama penerima vaksin Covid-19 setelah dilakukan pemerikasaan screening di beberapa meja yang tersedia.

“Hari ini, kita sudah divaksin Covid-19 tahap pertama. Ada beberapa rekan di hari ini, tidak bisa divaksin karena kondisinya belum memungkinkan, sesuai dengan resistensi kekhawatiran yang mungkin terjadi jika dipaksakan,” ujar Rahmat Effendi, usai menerima vaksin.

Setelah divaksin ia mengatakan, rasanya lebih sakit digigit semut atau saat diambil sampel darah. “Saya rasanya adem dan sekarang jika ditanya reaksi, belum ada terasa apa pun,” ujar Pepen, sapaan akrabnya.

Diakuinya, tidak ada persiapan khusus untuk divaksin. Hanya saja, karena kerap tidur larut malam ia memiliki sedikit persoalan pada tensi darah. Maka tidur pun, sebelum divaksin, pukul 21.00 WIB.

“Persiapan tidur lebih awal saja. untuk menjaga tensi darah yang sempat naik. Karena  saya selalu tidur larut malam. Alhamdulillah hari ini saat diperiksa tensi 130, dan dinyatakan lolos untuk divaksin,” jelasnya mengakui bahwa Wakil Wali Kota belum bisa divaksin karena persoalan gula darah sedang naik.

Dia mengimbau warga Kota Bekasi, tidak perlu khawatir terkait vaksin. Lebih baik divaksin daripada was -was. Karena 65 persen dari uji klinis menyatakan dengan divaksin maka tubuh kita sudah memiliki antibodi. Artinya sudah ada persiapan di tubuh agar lebih percaya diri karena sudah divaksin.

Dalam kesempatan itu dia juga menyebutkan, bahwa Kota Bekasi sudah menerima 14.186 vaksin. Sementara pengajuan untuk kebutuhan di wilayah Kota Bekasi mencapai 500 ribuan dari total jumlah penduduk mencapai 2,4 juta jiwa. Untuk tenaga kesehatan saja jumlah yang dibutuhkan mencapai 23 ribu.

“Semoga secara bertahap pusat mendistribusi apa yang diharapkan untuk adanya satu vaksin Covid-19 di Kota Bekasi,” tukasnya mengaku vaksin yang ada sekarang juga difokuskan untuk Nakes di Kota Bekasi.

Diketahui, untuk vaksin tahap kedua atau diulang lagi, lanjutnya, dilaksanakan pada 29 Januari. Dipastikan untuk masyarakat, setelah semua selesai seperti Nakes dan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, yang ikut divaksin pertama mengatakan, vaksinasi yang dilakukan hari ini adalah pencanangan yang diikuti serentak di 23 titik lokasi. Meliputi rumah sakit, puskesmas dan klinik.

“Pemkot Bekasi sudah menetapkan 120 titik lokasi yang diusulkan dimulai hari ini. Hari ini total ada 118 penerima vaksin di Kota Bekasi bersamaan dengan 23 titik lokasi lainnya tersebut,” ungkap Tanti.

Lihat juga...