Warga Kampung Dukuh Ubah Selokan Kumuh Jadi Kolam Ikan

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Warga kampung Dukuh Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta berhasil menyulap selokan irigasi kumuh yang ada di sekitar tempat mereka, menjadi kolam ikan cantik nan asri yang mampu mendatangkan banyak wisatawan. 

Adalah kelompok Mina Julantoro, yang terdiri dari warga RT 69 dan RT 62 RW 12-14 yang menginisasi sekaligus mempelopori pengelolaan kawasan lingkungan kumuh di bantaran Sungai Winongo pusat kota Yogyakarta itu.

Salah seorang warga, Rubiono (68) menyebut penataan dan pengelolaan kawasan kumuh di saluran irigasi itu mulai dilakukan sejak tahun 2018 lalu. Memanfaatkan sejumlah program bantuan pemerintah, warga bergotong-royong memperbaiki kondisi lingkungan mereka.

“Dulu selokan ini kotor dan kumuh. Banyak sampahnya. Namun kemudian ada tokoh yakni Anggota Dewan yang menawarkan program bantuan lingkungan. Dari situlah kemudian secara perlahan selokan ini diubah menjadi kolam nila yang dikelola secara bersama-sama,” katanya Rabu (27/1/2021).

Salah seorang warga, Rubiono (68) di lokasi selokan irigasi dengan ribuan ikan nila, Rabu (27/1/2021). -Foto Jatmika H Kusmargana

Selokan sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter itu kemudian dibendung oleh warga. Ribuan bibit ikan nila bantuan pemerintah, dipelihara oleh kelompok Mina Julantoro. Siapa sangka, dari kegiatan budidaya tersebut, warga pun bisa memanen ikan nila hingga 3 kuintal sekali panennya.

“Hasil panen ikan nila tersebut kemudian digunakan warga secara bersama-sama untuk pengelolaan kawasan. Seperti membeli pakan, memperbaiki selokan, hingga kegiatan kampung lainnya,” ungkapnya.

Keberhasilan warga tersebut, ternyata mendapatkan sambutan positif dari pemerintah kota Yogyakarta. Sejumlah bantuan pun terus mengalir kepada warga kampung Dukuh. Seperti bantuan gazebo untuk pos ronda yang dibangun tepat di atas selokan, hingga penetapan kampung dukuh sebagai kampung wisata.

“Karena viral, akhirnya banyak orang dari luar kampung yang tertarik datang ke sini. Khususnya setiap hari Sabtu Minggu. Banyak pesepeda yang mampir hanya untuk sekadar berfoto-foto, di sini” ungkapnya.

Memanfaatkan kunjungan wisatawan itu, warga pun lantas menempatkan pakan ikan di sekitar lokasi selokan. Setiap wisatawan yang datang diperbolehkan memberikan pakan ikan-ikan tersebut dengan membayar uang sukarela.

“Tentu saja warga senang, karena lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata. Dilihat juga cantik dan asri, karena banyak ikan-ikan serta tanaman toga yang ditanam ibu-ibu di sekitar selokan. Yang lebih penting sejak adanya kolam ikan ini, kebersamaan dan guyub warga juga lebih terasa,” pungkasnya.

Lihat juga...