Warga Lereng Merapi Tanam Umbi Talas di Pekarangan Rumah

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejumlah warga di kawasan lereng Gunung Merapi, kabupaten Sleman, memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk membudidayakan tanaman lokal berupa talas. 

Talas atau biasa disebut keladi ini merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang biasa dimanfaatkan bonggol umbinya, karena kaya akan kandungan karbohidrat. Sehingga, bisa menjadi salah satu alternatif pengganti makanan pokok seperti nasi.

Surani,  warga dusun Pager Jurang, Kepuharjo Cangkringan, mengaku sudah beberapa bulan terakhir ini mengubah lahan pekarangan terbengkalai miliknya menjadi tempat budi daya talas. Talas dipilih karena mudah hidup serta kaya manfaat.

“Kebetulan ada lahan kosong yang tidak dimanfaatkan. Akhirnya saya putuskan untuk menanami talas. Selain mudah hidup, talas ini juga bisa dimanfaatkan mulai daun hingga umbinya,” katanya, Rabu (13/1/2021).

Surani, warga dusun Pager Jurang, Kepuharjo, Cangkringan Sleman, Yogyakarta, Rabu (13/1/2021). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Selain daunnya bisa digunakan untuk pakan ikan gurami, umbi talas juga bisa diolah sebagai makanan sehari-hari. Kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi bisa menjadi alternatif pengganti nasi.

“Kalau dijual, umbi talas bisa laku hingga Rp13-15ribu per kilogram. Satu pohon talas sendiri biasanya menghasilkan umbi seberat 1/2 hingga 1 kilogram. Kalau dimasak, baik direbus atau digoreng rasanya pulen, enak,” katanya.

Menanam di lahan pekarangan seluas kurang lebih 100 meter persegi, Surani mengaku bisa memanen talas hingga puluhan kilogram setiap beberapa bulan sekali. Rata-rata satu pohon talas memiliki usia panen kurang lebih 1 tahun.

“Pembudidayaannya sangat mudah. Cukup dengan memisahkan anakan/tunas yang tumbuh di sekitar tanaman induk ke lokasi lain. Setelah itu tinggal dipupuk dengan pupuk kandang secukupnya,” katanya.

Sedangkan perawatannya, menurut Surani cukup dengan rutin memangkas atau menghilangkan sulur-sulur yang tumbuh pada akar. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kandungan getah pada umbi yang bisa menimbulkan gatal-gatal jika dikonsumsi.

“Yang tak juga kalah penting, begitu sudah tua umbi talas juga harus segera dipanen. Ini perlu dilakukan agar umbi memiliki tekstur yang pulen,” katanya.

Lihat juga...