Warga Terdampak Erupsi Ile Lewotolok Dapat Layanan Kesehatan

Editor: Makmun Hidayat

LEWOLEBA — Para relawan dari Posko Barakat di Kelurahan Lewoleba Tengah di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata melakukan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

Pelayanan kesehatan yang dilakukan tersebut mengambil tempat di kebun warga di dua tempat berbeda dengan menggunakan terpal dan berada di tempat terbuka sehingga bisa mencegah terjadinya kerumunan warga.

“Pelayanan kesehatan untuk pengungsi di kebun dilakukan di Hamparan Kalabahi dan Hamparan Parekwalang pada tanggal 24 Januari 2021 lalu karena pengungsi sudah kembali ke rumah mereka,” kata Benediktus Bedil, koordinator Posko Pengungsi Barakat, saat dihubungi, Rabu (27/1/2021).

Benediktus Bedil saat ditemui di posko pengungsi, Minggu (20/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Ben sapaannya mengatakan, pelayanan kesehatan dimulai tepat jam 10.00 WITA dan selesai jam 16.00 WITA dengan melibatkan 3 dokter yang membantu.

Ketiga dokter tersebut yakni Dokter Yanti dari Puskesmas Lewoleba, Dokter Fani dari Puskesmas Waipukang, dan Dokter Anggi dari Timika yang sebelumnya menjadi dokter relawan di Posko Utama Pemda Lembata.

Dia menjelaskan,peserta yang dilayani di 2 lokasi tersebut berjumlah 62 orang dewasa dan anak anak sebanyak 21 orang sehingga total 83 orang yang mendapat pelayanan kesehatan.

“Bidan dan perawat yang ikut membantu sebanyak 7 orang berasal dari Puskesmas Waipukang, Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata serta bidan Desa Lamawara,Tanjung Batu, Palilolon dan Perawat Puskesmas Waipukang,” terangnya.

Ben menjelaskan, para pengungsi yang mendapat pelayanan berasal dari Desa Amakaka, Lamawara, Bungamuda, Napasabok,  dan Lamagute yang telah kembali ke rumahnya pasca-erupsi Gunung Api Ile Lewotolok bulan November 2020 lalu.

Selain itu sebutnya, pihaknya pun terus memberikan makanan tambahan bagi para bayi dan lansia serta mengkonsumsi bubur sorgum dan nasi sorgum.

“Kita berharap agar dengan pemberian bubur sorgum kepada para bayi dan balita serta lansia bisa membuat para pengungsi mendapatkan tambahan makanan bergizi.Kita juga memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta masker,” ungkapnya.

Relawan Posko Barakat, Kanis Soge mengatakan, banyak warga terutama lansia juga mendatangi lokasi pelayanan kesehatan yang digelar di dekat perkampungan mereka karena selama ini mereka sulit mengakses pelayanan kesehatan.

Kanis mengakui pelayanan kesehatan yang diberikan ini akan rutin dilaksanakan minimal sebulan sekali agar warga yang selama ini sejak erupsi Gunung Api Ile Lewotolok sulit mengakses pelayanan kesehatan bisa mengecek kesehatannya.

“Kita berharap agar pelayanan kesehatan ini bisa rutin dilaksanakan terhadap bekas pengungsi erupsi gunung api. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan untuk mengetahui dampak kesehatan warga akibat erupsi gunung api yang mengeluarkan debu yang bisa berbahaya bagi kesehatan,” tuturnya.

Lihat juga...