Waspadai Cuaca Ekstrem di Pesisir Kepri Hingga Dua Pekan

Pengemudi transportasi laut pompong mengeluarkan air yang masuk ke dalam kapalnya saat cuaca buruk di Batam, Sabtu (2/1/2020) – foto Ant

BATAM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengingatkan, masyarakat pesisir di daerah tersebut untuk mewaspadai risiko gelombang tinggi hingga dua pekan ke depan.

Cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga pertengahan Januari 2021. “Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, Minggu (3/1/2021).

BMKG memperkirakan, gelombang tinggi akan terjadi di perairan Kepulauan Anambas dan Natuna. Ketinggiannya bisa mencapai empat hingga lima meter. Suratman meminta, masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Sementara itu prakirawan BMKG Hang Nadim, Fitri Annisa menyampaikan, ada peringatan untuk aktivitas transportasi laut di Senin (4/1/2021). “Warning, untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan diimbau agar waspada terhadap gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah Perairan Bintan, Natuna, dan Anambas,” kata Fitri.

Ada daerah yang mengalami shearline (belokan angin), serta tingkat kelembaban udara lapisan atas yang relatif tinggi. Hal itu cukup mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Provinsi Kepri dan sekitarnya pada Senin (4/1/2021). “Secara umum, kondisi cuaca Senin (4/1/2021) diprakirakan berawan dan berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada pagi, siang, dan dini hari,” tandasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar memperkirakan, empat kabupaten dan kota di wilayah provinsi paling barat Indonesia itu berpeluang mengalami hujan ekstrem, selama beberapa hari ke depan. “Kita memprediksi beberapa hari ke depan wilayah Aceh Timur, Langsa, Gayo Lues dan Aceh Tamiang memiliki potensi hujan ekstrem yang sangat aktif,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh Besar, Zakaria Ahmad, di Kota Banda Aceh, Minggu (3/1/2021).

Zakaria menyebut, pemicu terjadinya hujan ekstrem sangat aktif tersebut karena adanya belokan angin, tekanan rendah (low pressure). Sekaligus anomali suhu muka laut di Selat Malaka, laut Andaman dan Samudera Hindia Barat Aceh yang berpengaruh terhadap wilayah Aceh. “Kondisi ini dapat mengakibatkan hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang, sore hingga malam hari,” jelasnya.

Selain kabupaten dan kota tersebut, Zakaria menyebut, beberapa wilayah juga berpotensi dilanda hujan ringan hingga deras seperti Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Selanjutnya wilayah dataran tinggi Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Bener Meriah, lalu wilayah Barat Selatan Aceh yakni Nagan raya, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya dan Aceh Barat. “Kita imbau warga untuk waspada potensi gelombang laut tinggi di wilayah Perairan Utara Sabang, Selat Malaka Bagian Utara, Samudera Hindia bagian Barat Aceh, dan sekitarnya yang dapat mencapai 4.00 meter,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, sejumlah kabupaten dan kota di daerah Tanah Rencong dilanda banjir luapan sejak 1 Januari 2021 lalu. Di antaranya Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa dan Kota Lhokseumawe. (Ant)

Lihat juga...