Wisata Taman Buah Mekarsari Hanya Tutup Sementara

Editor: Koko Triarko

BOGOR – Ramainya cuitan di berbagai media sosial terkait penutupan Taman Buah Mekarsari bersifat permanen dinyatakan sebagai hoaks. Penutupan bersifat sementara sebagai akibat tingginya penyebaran Covid-19.

Manager Marketing & Park Operations Taman Buah Mekarsari, Fransis Emanuel Kerong, menyatakan penutupan sementara Taman Buah Mekarsari adalah untuk membantu mencegah potensi penyebaran Covid-19.

“Angka Covid-19 ini kan tinggi sekali. Dengan pertimbangan itu, Mekarsari ingin ikut membantu mencegah penyebarannya dengan tutup sementara. Bukan tutup permanen,” kata Frans, saat dihubungi, Minggu (3/1/2021).

Untuk waktu pembukaan kembali, Frans menyebutkan tergantung dengan hasil penanganan Covid-19. “Kalau sudah rendah, maka Mekarsari akan buka kembali,” ucapnya.

Ia menyebutkan, selama penutupan sementara ini para pelanggan Taman Buah Mekarsari tidak perlu merasa khawatir tidak mendapatkan hasil panen atau bibit.

“Yang tutup kan hanya wisata saja. Kalau untuk pemeliharaan, budi daya, kegiatan agro, penjualan, produksi bibit dan buah tetap berjalan. Sehingga pelanggan bisa melakukan pemesanan online lewat e-commerce yang memiliki kerja sama dengan Mekarsari atau melalui toko online milik Mekarsari sendiri,” kata Frans lebih lanjut.

Bahkan, hingga berita ini diturunkan, terpantau penjualan di outlet Mekarsari di pinggir jalan raya Cileungsi, tidak begitu jauh dari gerbang Taman Buah Mekarsari masih ramai dikunjungi pembeli.

“Mekarsari akan tetap menjadi tempat konservasi dan penyelamatan buah-buah asli kekayaaan alam Indonesia. Dan, saya melihat juga, komentar para pelanggan Mekarsari yang menakutkan, bahwa Mekarsari yang akan alih fungsi. Saya nyatakan itu hoaks. Mekarsari akan tetap pada fungsinya sebagai penjaga plasma nuftah dan objek wisata agro,” ujarnya tegas.

Kekhawatiran masyarakat akan alih fungsi ini, dinyatakan sebagai hal yang wajar, mengingat perkembangan Cileungsi yang pastinya akan membutuhkan wilayah hijau sebagai kantong oksigen dan destinasi wisata masyarakat yang menyajikan tidak hanya udara yang bersih, tapi juga edukasi.

“Hal ini dibuktikan dengan salah satu kegiatan ‘Biking on Sunday’ yang peminatnya terus meningkat. Tapi ya itu, kita tidak mau sampai ada yang positif  (Covid-19) setelah berwisata di Mekarsari,” ungkapnya.

Frans menyebutkan, banyak netizen yang mengungkapkan harapan mereka agar Taman Buah Mekarsari tidak tutup permanen dan bisa kembali dibuka untuk pengunjung.

“Kami juga mengharapkan pandemi ini cepat berakhir. Sehingga, Mekarsari bisa kembali menjadi tujuan para masyarakat yang menginginkan wisata edukasi dan lingkungan yang sehat bagi keluarganya,” pungkasnya.

Lihat juga...