Wujudkan Penghijauan, Bantaran Kali Cakung Ditanami Pohon Buah

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Gerakan Pencinta Alam (GPA) Wanareksa Fisip, Universitas Kristen Indonesia (UKI) dibantu warga, Pramuka Almadaad Scout, dan Samatri melakukan penanaman pohon buah di bantaran Kali Cakung, di Simpang Bagol, Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/1).

Gerakan menanam seribu pohon tersebut masih dalam rangkaian hari peringatan seribu pohon. Mereka menanam hingga ratusan meter dibantaran Kali Cakung yang sudah memprihatinkan dan dipenuhi sampah plastik.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto yang langsung memulai dengan menanam satu pohon buah di areal depan bantaran Kali Cakung, disusul RT/RW setempat.

“Penanaman pohon buah ini bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sebelum di sini kami sudah menanam pohon buah di beberapa tempat seperti di kampus, Pulau Panggang bagian dari Pulau Seribu dan beberapa tempat lainnya,” ungkap Leonardo Sihite koordinator GPA Wanareksa kepada Cendana News, Sabtu (16/1/2021).

Dikatakan lokasi penanaman pohon di lokasi tersebut sebelumnya sudah dilakukan survei, dan melihat lingkungan bantaran Kali Cakung sekitar simpang Bagol, Jatiluhur sudah memprihatinkan. Selain di penuhi sampah liar, bantaran juga banyak dipenuhi sampah dan pohon bambu longsor.

Adapun pohon yang ditanam adalah sumbangan dari donatur, atau dari kampus sendiri. Penanaman dilakukan serentak, karena dibagi ada di beberapa lokasi. “Kami di sini terbagi kebetulan jadwal kami daerah sini, di tempat lainnya juga ada kegiatan yang sama,” ujarnya.

Ricky Martin, koordinator GPA Wanareksa di titik lokasi penanaman pohon, Sabtu (16/1/2021). -Foto M. Amin

Ricky Martin GPA Wanareksa lainnya, mengakui bahwa program yang dilakukan tersebut adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan. Penanaman pohon ini, juga akan dipantau secara bertahap.

“Kami tidak tanam lepas, begitu saja, setelah beberapa bulan ke depan kami akan pantau untuk melakukan perawatan seperti pemupukan atau mengganti pohon baru jika ada yang tidak tumbuh,” tukasnya.

Harapannya ke depan pohon yang ditanam tersebut bisa menjadi edukasi bagi generasi penerus. Sehingga mereka bisa mengenal berbagai jenis pohon buah.

“Kondisi sekarang terus berubah, alam terus rusak akibat ulah tangan tidak bertanggung jawab. Pohon pun banyak yang hilang, dengan cara penanaman pohon ini salah satu cara melestarikan lingkungan dan pohon,” kata Ricky, prihatin melihat kondisi simpang Bagol yang selama ini jadi lokasi sampah liar.

Dia berharap ada perhatian di simpang Bagol, karena sampah liar tepat di bantaran Kali Cakung, tanpa ada pengelolaan. Jika tempatnya terawat orang akan mikir untuk buang sampah sembarang.

“Ini tempatnya masih kotor, sampah liar masih menumpuk hanya dibersihkan bagian atasnya saja. Bagaimana orang lewat ga buang sampah sembarangan di situ. Kalo bersih tentu berbeda,” harapnya ada perubahan setelah dilihat langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Lihat juga...