1.200 Orang Warga Pantai Bahagia Bekasi Butuh Bantuan Logistik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kondisi Wilayah Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong masih terendam banjir hingga hari ini, Rabu (11/2/2021) akibat jebolnya tanggul sungai Citarum. Sebanyak 7 Kampung masih terisolir meliputi wilayah Gobah, Beting, Blukbuk, Solokan Kendal, Muarabendera, Muaramati dan Muara Pecah.

“Ada Ribuan orang sekarang membutuhkan bantuan di 7 Kampung Desa Pantai Bahagia yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Kali Citarum. Saat ini kondisinya masih terisolir,” ungkap Yusup Maulana, Ketua KNPI PK Muaragembong, melaporkan kepada Cendana News, Kamis (11/2/2021).

Dikatakan saat ini terparah terjadi di Kampung beting dan kampung Gobah di lingkungan RW 06, dan 8 RT saat ini masih terisolir karena akses sulit terjangkau logistik. Sampai sekarang berbagai upaya sudah dilakukan bantuan dari Dinsos tapi masih belum mencukupi.

“Jumlah penghuni di Kampung tersebut mencapai 650 KK atau 1.200 jiwa. Kondisinya sekarang sangat membutuhkan bantuan logistik berupa sembako, bahan makanan, alat kebersihan dan obat-obatan,” ungkap Ucie sapaan akrab Ketua KNPI Muaragembong tersebut.

Menurutnya, ada empat kampung akses jalan keputus. Jalan tersebut imbuhnya merupakan akses jalan sisi Kali Citarum yang menghubungkan empat kampung di desa Pantai Bahagia.

Yusup Maulana, Ketua KNPI Muaragembong, (Topi), Kamis (11/2/2021) melaporkan bahwa ada 1.200 jiwa warga di 7 Kampung Pantai Bahagia, tersebut masih terisolir dan membutuhkan bantuan logistik. Foto: Muhammad Amin

Kondisi sekarang masyarakat sangat butuh bahan pokok, sembako karena bencana banjir obat-obatan, gatel diare, terakhir ada Dinsos wilayah didepan kecamatan. Dan kondisi terkini, lokasi tersebut masih tergenang.

“Akses untuk kendaraan trail, sudah bisa lalui, tapi haru perlahan. Dan sekarang warga masih bertahan di pengungsian karena khawatir terjadi air kiriman di Kali Citarum,” tukasnya.

Mang Oye, pegiat sosial dari KPA Ranting, mengakui bahwa pagi tadi Relawan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) sudah mengirim logistik berupakan nasi bungkus untuk masyarakat di Muaragembong.

“Logistik nasi bungkus di masak langsung oleh emak-emak dari KPA Ranting, sebanyak 150 bungkus untuk di kirim ke Muaragembong,” tukasnya.

Belum ada perhatian dari pemerintah juga di keluhkan para korban Banjir di Desa Buni Bakti, Babelan. Meski sudah di beritakan sampai sekarang ratusan pengungsi di Tambun Impres RT 18/10 belum mendapat perhatian apapun.

“Sampai sekarang kami di kampung Tambun Impres RT 18/10 Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan, belum ada perhatian apapun, baik pihak Desa maupun Kecamatan Babelan atau Kabupaten Bekasi,” ungkap Iful, kepada Cendana News.

Lihat juga...