10.809 Tenaga Kesehatan di Babel Divaksin Corona

PANGKALPINANG  – Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan sebanyak 10.809 orang tenaga kesehatan telah menjalani vaksinasi COVID-19, guna meningkatkan kekebalan tubuh nakes dari virus berbahaya itu.

“Selama 21 hari vaksinasi massal ini, kita sudah menyuntikkan vaksin kepada 10.809 pejabat publik dan nakes sebagai garda terdepan menangani kasus COVID-19,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru pada Jumat (5/2) malam, jumlah nakes dan pejabat publik yang telah divaksin Sinovac sebanyak 10.809 orang dari target sasaran awal 13.174 orang tersebar di kabupaten/kota yaitu Kota Pangkalpinang 2.539 dari sasaraan awal 2.721 orang.

Realisasi vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bangka 3.404 dari sasaran awal 3.570 orang, Belitung 1.382 dari target 1.539 orang, Bangka Selatan sebanyak 854 dari target 1.259 orang.

Selanjutnya, realisasi vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bangka Barat sebanyak 1.027 dari target awal 1.558 orang, Bangka Tengah sebanyak 937 dari target 1.353 orang dan Kabupaten Belitung Timur sebanyak 666 dari sasaran awal 1.174 orang nakes.

Menurut dia kegiatan vaksinasi ini akan terus dilakukan sepanjang 2021 hingga 2022 untuk mewujudkan kekebalan tubuh dari serangan COVID-19, sekaligus diharapkan dapat mengurangi penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan, dan kematian akibat virus corona,” katanya.

Dia menjelaskan meskipun vaksinasi COVID-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan protokol kesehatan.

“Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar COVID-19 dan kemungkinan bahwa virus ini telah beradaptasi atau bermutasi, mengingat saat ini penularan virus tidak lagi didominasi oleh kasus impor, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal yang cukup banyak,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat harus lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini dari penularan virus.

“Kita tak boleh lengah, bahkan panik, harus tetap awas, waspada dan juga peduli dalam mencegah serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini,” katanya. (Ant)

Lihat juga...