2021, Program DCML Mulai Fokus ke Banten

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) untuk membantu menuntaskan kemiskinan di desa telah menyiapkan program untuk wilayah Provinsi Banten. 

“Program DCML memang difokuskan di Pulau Jawa dulu, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tahun 2021 kita akan coba fokus di Banten,” ungkap Firdaus, Sekretaris Yayasan Damandiri, dalam meeting zoom bersama Cendana News, Rabu (3/2/2021).

Firdaus menambahkan, selama ini untuk di wilayah Jawa Barat, program Yayasan Damandiri sudah berjalan tapi di bidang koperasi non-DCML termasuk wilayah Bogor. Bantuan untuk koperasi juga termasuk besar mencapai Rp3 miliar dan berjalan dengan baik sesuai harapan.

Menurutnya program DCML mulai fokus di Banten, untuk mentransfer kesuksesan program DCML di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Tentunya untuk sasaran program utama  Yayasan Damandiri yakni dalam membantu orang miskin agar bisa mandiri dan lestari. Tentu tetap berkolaborasi dengan pemerintah desa dan daerah.

“Yayasan Damandiri terus menjalin komunikasi dan berkolaborasi. Tidak ada istilah tumpang tindih dengan program daerah ataupun desa. DCML akan menggunakan data musrenbang desa, dan data yang dikumpulkan sendiri oleh tim,” paparnya.

Disebutkan untuk kategori sasaran program DCML dari Yayasan Damandiri, tidak ada kekhususan syarat utama di desa itu masih banyak terdapat orang miskin.

Selanjutnya desa memiliki potensi yang bisa dikembangkan atau kekuatan potensi tertentu. Tetapi tegas Firdaus pertama yang dilihat adalah masyarakat miskin.

“Tidak ada benturan dengan Dana Desa dan lainnya, DCML malah bisa bekerja sama dengan BUMDes, untuk memajukan masyarakat dan menggali potensi desa,” jelasnya menegaskan tidak ada istilah saingan.

Lebih lanjut dikatakan, melalui Musdes, di situ bisa bagi-bagi dengan program desa, saling berkolaborasi dan tidak bertentangan. Misalkan desa melalui dana desa bisa mengerjakan ini, maka DCML akan melakukan hal berbeda untuk membantu menyejahterakan masyarakat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Firdaus juga mengakui bahwa selama ini dirinya sudah keluar masuk desa dan banyak dikatakan program yang disusun yayasan dikatakan politis. Firdaus menegaskan, program DCML tidak ada istilah politis, semua yang kategori miskin dibantu tanpa melihat agama, suku, dan lainnya.

Lihat juga...