279 Nakes dan Pejabat di Mukomuko Batal Divaksin

MUKOMUKO – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu menyebutkan hingga saat ini sebanyak 279 tenaga kesehatan dan pejabat pemerintah daerah setempat batal mengikuti vaksinasi COVID-19 karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.

“Sebanyak 279 tenaga kesehatan dan pejabat pemerintah setempat di daerah ini batal mengikuti vaksinasi COVID-19, bertambah dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya tercatat 263 orang,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo dalam keterangannya di Mukomuko, Rabu.

Bustam Bustomo yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko mengatakan hal itu berdasarkan laporan rekapitulasi hasil pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di 20 pos pelayanan vaksinasi COVID-19 yaitu 17 puskesmas, RSUD dan Dinkes.

Ia menyebutkan sebanyak 924 tenaga kesehatan di daerah ini yang telah registrasi atau 67,01 persen dari sasaran sebanyak 1.379 orang, sebanyak 561 orang di antaranya telah menerima vaksin COVID-19 dan 84 nakes ditunda karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.

Ia menjelaskan penyebab 279 tenaga kesehatan dan pejabat pemerintah daerah ini batal mengikuti vaksinasi COVID-19 tahap pertama karena mereka mengalami berbagai penyakit dan orang dengan penyakit tersebut tidak bisa menerima vaksin COVID-19.

“Berdasarkan hasil skrining puluhan tenaga kesehatan dan pejabat pemerintah daerah ini memiliki riwayat berbagai penyakit lainnya sehingga mereka ini tidak direkomendasikan mengikuti vaksinasi COVID-19,” ujarnya.

Sedangkan sebanyak 84 tenaga kesehatan di daerah ini terpaksa ditunda menerima vaksinasi COVID-19 karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan menerima vaksin tersebut.

“Kalau tenaga kesehatan yang saat ini ditunda menerima vaksinasi COVID-19 kemungkinan mereka masih bisa menerima vaksinasi COVID-19 setelah kondisi kesehatannya pulih,” ujarnya.

Ia menyebutkan sebanyak 1.379 tenaga kesehatan dan pejabat pemerintah daerah setempat yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19, bertambah dibandingkan sebelumnya sebanyak 1.310 orang. (Ant)

Lihat juga...