548 Nakes di Sikka Tertunda Ikuti Vaksinasi Tahap I

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Vaksinasi Covid-19 tahap pertama untuk Tenaga Kesehatan (nakes) dan 10 pejabat publik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, baru menyasar 2.471 orang.

“Masih terdata 548 nakes Kabupaten Sikka dalam Sistim Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDM), yang belum divaksin karena tertunda saat pelaksanaan vaksin tahap pertama,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr. Clara Yosephine Francis, MPH., dalam rilis kepada media, Jumat (19/2/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH., saat ditemui di Puskesmas Wolomarang, Sabtu (6/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dirinya menyebutkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka sudah mengajukan penambahan vaksin Sinovac ke Dinkes Provinsi NTT sebanyak 1.100 vaksin lagi, untuk memenuhi kebutuhan seluruh tenaga kesehatan.

“Kami sedang mengajukan penambahan vaksin Sinovac untuk keperluan penambahan, termasuk buat nakes usia lanjut yang masih aktif melayani sampai dengan saat ini,” ungkapnya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi nakes dan 10 pejabat publik  akan dilaksanakan Sabtu (20/2/2021).

Clara menambahkan, vaksinasi untuk para pegawai pemerintah dan masyarakat, termasuk awak media, sudah disiapkan untuk vaksinasi tahap ke dua yang dijadwalkan akan berlangsung bulan Maret 2021.

“Kami sudah mengirimkan surat untuk mulai pendaftaran kepada Aparatur Sipil Negara, instansi pemerintah dan pelayanan publik sudah dikirim. Mudah-mudahan bisa terlaksana sesuai jadwal di bulan Maret 2021,” ujarnya.

Sementara itu, Biara Kongregasi Suster-Suster Fransiskan Hati Kudus Yesus dan Maria (SFSC) yang lockdown sejak 5 Januari 2021 akibat seorang suster positif Covid-19 berdasarkan tes PCR dan 5 suster lainnya positif rapid antigen, mulai beraktivitas secara normal.

“Meskipun aktivitas biara kembali normal, namun kami tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, ” sebut Pimpinan Kongregasi SSFC Indonesia, Sr.Yosefina Maria Yanti Purmati, SSFC.

Suster Yanti, sapaannya, menyebutkan, selama masa lockdown sebanyak 40 suster di biara tersebut tetap menjalankan perayaan ekaristi secara daring, sementara suster yang sehat mengikuti secara langsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Lihat juga...