64.000 Guru Honorer di Jateng Ikuti Simulasi Tes Seleksi PPPK

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Dengan cekatan, Muhammad Beny Priaji mengerjakan soal yang tertera pada layar monitor komputer di hadapannya. Pegawai non-ASN di SMPN 28 Semarang tersebut rupanya tengah mengikuti simulasi tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru honorer, yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah.

“Ada seratusan lebih soalnya. Macam-macam jenisnya, dari pilihan ganda sampai esai. Mudah-mudahan dengan ikut simulasi ini, setidaknya bisa tahu gambaran nantinya tes PPPK itu seperti apa,” paparnya, saat ditemui di sela simulasi tes PPPK di Gedung PGRI Jateng, Semarang, Senin (22/2/2021).

Dijelaskan, meski saat ini sudah diterima bekerja sebagai pegawai non-ASN, namun dirinya tetap berharap tetap lolos pada seleksi PPPK. “Ya, lebih mapan dibanding menjadi pegawai kontrak. Masa depan lebih terjamin, pendapatan juga lebih tinggi, demikian juga dengan jenjang karir juga lebih jelas. Karena saat ini saya juga sudah tidak bisa ikut seleksi CPNS, karena usia sudah di atas 35 tahun,” terangnya.

Beny memaparkan, sebagai pegawai kontrak non-ASN di Kota Semarang, dirinya sudah mendapat honor atau gaji sesuai UMR Kota Semarang. “Gaji per bulan Rp2,7 juta plus. Anggaran dari APBD Kota Semarang, tidak menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” tambahnya.

Sementara, Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi, SH., M.Hum., memaparkan kegiatan simulasi dan bimbingan tes seleksi PPPK yang diikuti 64.000 guru honorer se-Jateng tersebut, menjadi bentuk dukungan organisasi yang dipimpinnya untuk membantu guru honorer.

“Kita harapkan, dengan adanya simulasi dan bimbingan, para guru honorer di Jateng bisa lebih siap dalam menghadapi tes seleksi PPPK, sehingga mereka bisa lolos semua,” terangnya.

Muhdi menambahan, perekrutan guru melalui skema PPPK tersebut, juga menjadi upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan guru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya para tenaga pendidik honorer atau guru tidak tetap (GTT).

“Kebijakan pemerintah melakukan perekrutan satu juta guru sebagai ASN melalui skema PPPK, kita sambut baik sebagai upaya memperbaiki status dan masa depan guru honor. Para guru PPPK ini juga memiliki jaminan yang sama dengan guru berstatus PNS, bedanya hanya satu, tidak mendapatkan pensiun. Guru berstatus PPPK, juga dapat mengikuti seleksi CPNS sepanjang syarat-syaratnya terpenuhi,” lanjutnya.

Dengan pertimbangan tersebut, Muhdi mendorong para guru honorer tidak ragu mengikuti seleksi PPPK, sebagai upaya memperoleh status yang jelas dan memiliki jaminan masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Jateng, sekaligus Ketua Panitia, Agung Purwoko, memaparkan, proses simulasi tes PPPK diselenggarakan selama dua hari, Senin-Selasa (22-23/2/2021), yang diikuti 64.000 guru honorer di Jateng.

“Kegiatan simulasi dilaksanakan serempak, terbagi dalam sejumlah kloter. Dari 64 ribu peserta ini, dibagi dalam 24 zona di 6 wilayah eks karesidenan. Meliputi wilayah Semarang, Pati, Surakarta, Pekalongan, Banyumas, dan Kedu. Setelah simulasi ini, kita lakukan pendampingan bimbingan kepada para peserta, dari 26 Februari hingga 6 Maret 2021. Seluruh kegiatan dilakukan online dan gratis,” pungkasnya.

Lihat juga...