Ada 70 Pelanggaran Selama Program Jateng Dirumah Saja

Posko penegakan kedisiplinan yang didirikan di pasar-pasar tradisional selama pemberlakuan Gerakan Jateng di Rumah Saja – Foto Dok Ant

SOLO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta mencatat, ada 70 pelanggaran selama Gerakan Jateng di Rumah Saja pada 6-7 Februari 2021.

“Warung makan, rumah makan masih menyelenggarakan hiburan, kemudian ada penyelenggaraan event cupang, langsung kami lakukan pembubaran,” kata Kepala Satpol PP Kota Surakarta, Arif Darmawan, di Solo, Jateng, Minggu (7/2/2021).

Selain itu, Satpol PP juga membubarkan tiga lokasi hajatan, yang diselenggarakan oleh masyarakat karena tidak mengikuti Surat Edaran (SE) Wali Kota Surakarta. Dengan pembubaran tersebut, totalnya ada 70 pelanggaran yang ditemukan di tengah masyarakat. “Bagi pelanggar langsung kami sanksi, bubarkan, termasuk bakul pasar, ya kami tutup tujuh hari. Kalau pasarnya ada 14 pasar. Rata-rata mereka nggak pakai masker, dan memakai masker tetapi tidak sempurna,” jelasnya.

Sedangkan untuk jumlah kios, dari 14 pasar yang terpaksa ditutup karena pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan, ada 17 kios. Selain itu, untuk rumah makan maupun tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan, untuk sementara ditutup selama tiga hari atau hingga Senin (8/2/2021).

Selanjutnya, akan dikaji kembali apakah akan ada perpanjangan penutupan atau tidak. “Tempat usaha ada yang ditutup di antaranya ada warmindo, hik, rumah makan. Di situ ada kerumunan dan live music juga,” jelasnya.

Sementara itu, untuk masyarakat secara keseluruhan, sekira 60 persen dinilai sudah disiplin, atau dengan kata lain masih ada 40 persen warga belum disiplin menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya adalah, upaya penertiban anak berusia di bawah 15 tahun, yang masuk ke Pasar Depok. Yang bersangkutan langsung dipulangkan.

“Kalau secara umum kemarin sepi, pasar juga sepi, tetapi pagi ini tadi yang sepedaan banyak banget, luar kota banyak yang masuk ke Solo. Selama mereka menjalankan protokol kesehatan, berarti tidak melanggar,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...