Ada COVID-19 di Pelatnas, Atlet Diminta Menahan Diri Tidak Keluar

Menpora, Zainudin Amali, memberikan keterangan terkait kelanjutan kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2020 di Jakarta, Rabu (7/10/2020). Kompetisi IBL 2020 yang rencananya berlangsung 13-27 Oktober 2020 secara resmi dibatalkan akibat pandemi COVID-19 – Foto Dok Ant

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, meminta atlet yang berada di Pelatihan Nasional (Pelatnas), untuk menahan diri tidak ke luar atau meminta pulang ke daerahnya masing-masing.

Hal itu disampaikan, menyusul temuan kasus positif COVID-19,yang baru-baru ini mulai menyergap atlet pelatnas. “Awalnya saya berharap kepada cabor yang pelatnas, agar ketat protokol kesehatan, tapi saya kaget ada yang kena, meski kenanya bukan di pelatnas tetapi ketika mereka diizinkan pulang,” kata Zainudin, di Jakarta, Senin (1/2/2021).

“Saya meminta kepada atlet yang sekarang sedang berada di pelatnas, untuk bisa menahan diri, rasa kangen pasti ada, tetapi tolong ditahan dulu. Karena, harapan kita ada di mereka untuk berprestasi. Jadi jangan minta pulang dulu,” tambahnya.

Zainudin meminta, seluruh pengelola pelatnas dan pimpinan cabang olahraga, memperketat izin keluar-masuk, baik bagi atlet maupun tamu yang ingin berkunjung ke lokasi latihan. Pasalnya, jika sudah ada atlet atau pelatih yang terpapar virus corona, maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyembuhannya.

Sementara mereka, harus mempersiapkan diri menghadapi sejumlah ajang besar yang diagendakan digelar tahun ini, seperti Olimpiade Tokyo dan SEA Games 2021 Vietnam. “Kepada para pengelola pelatnas, pimpinan cabor, pelatih tolong lebih diperketat lagi seperti di awal-awal. Jadi, sekali lagi kepada para atlet yang sedang pelatnas untuk bisa menahan diri, karena sangat berpengaruh, jika terkena pasti tidak mungkin latihan, pasti isolasi dan untuk mengejar atau me-recovery membutuhkan waktu cukup lama,” ujarnya.

“Di awal-awal saya senang, karena begitu ketatnya para atlet pelatnas ini, tidak bisa keluar dan orang dari luarpun tidak bisa masuk. Bahkan di salah satu pelatnas, jika mereka mendapat kiriman paket, baru tiga hari bisa diterima karena ada skrining dulu dan sebagainya,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...