Akses Jalan Becek Tak Surutkan Warga Kunjungi Pantai Kunyit

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Musim penghujan berimbas akses jalan menuju tempat rekreasi pantai Kunyit becek. Meski demikian sebagian pengunjung memilih datang ke tempat rekreasi bahari itu untuk menikmati senja.

Susanti, pengunjung menyebut pantai di Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung itu kerap dikunjungi saat akhir pekan. Berada di Jalan Yos Sudarso membuat pantai Kunyit kerap dikunjungi.

Aktivitas mandi, berenang atau hanya bersantai menikmati matahari terbenam jadi kegiatan menyenangkan di tempat tersebut. Bagi sejumlah pengunjung yang tidak bisa mengakses ke lokasi dengan motor, mobil, petugas parkir akan menyediakan jasa menjaga kendaraan.

“Pantai Kunyit jadi salah satu objek wisata bahari yang murah meriah meski belum banyak fasilitas memadai, namun menjadi alternatif untuk menyegarkan pikiran dengan mandi, menikmati pemandangan kapal kapal yang labuh jangkar di Teluk Lampung,” terang Susanti saat ditemui Cendana News, Minggu sore (14/2/2021).

Akses jalan becek sebutnya tidak menjadi kendala bagi warga. Sebab pengunjung menurut Susanti dominan merupakan warga lokal setempat. Biaya parkir yang diberikan bisa mencapai Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Agar kendaraan tidak terjebak akses jalan berlumpur sebaiknya motor diparkir lalu dilanjutkan jalan kaki puluhan meter.

Bagi pecinta forografi,Susanti bilang keindahan laut berpadu dengan bangunan tinggi di tepi pantai. Sejumlah perbukitan yang terlihat di kejauhan menjadi pemandangan unik dan objek foto menarik. Saat cuaca cerah ia bisa mengabadikan momen matahari terbenam atau sunset.

“Datang ke pantai saat senja bisa menjadi momen untuk mendapatkan suasana matahari terbenam,” bebernya.

Menikmati senja, warga berenang di pantai Kunyit, Teluk Betung, Bandar Lampung, Minggu (13/2/2021). Foto: Henk Widi

Suharso, salah satu pedagang ikan laut di pantai Kunyit menyebut objek wisata tersebut belum dikelola maksimal. Meski memiliki potensi untuk menjadi objek wisata bahari, sebagian pengunjung didominasi warga lokal. Namun akses jalan yang becek kerap dikeluhkan warga yang akan menuju ke lokasi tersebut.

Selain pengunjung ingin menikmati suasana pantai,sebagian ingin membeli ikan segar. Ikan hasil tangkapan nelayan yang dijual oleh pedagang umumnya masih segar.

Bagi penghobi olahraga bersepeda kawasan tersebut kerap dipergunakan untuk olahraga saat senja. Sebagian warga berharap lokasi tersebut bisa menjadi objek wisata berbasis kuliner hasil tangkapan nelayan.

Belum adanya fasilitas toilet, tempat bilas hingga akses jalan belum memadai tidak menyurutkan warga berekreasi. Warga sebut Suharso masih tetap bersyukur sebab masih diperbolehkan untuk masuk ke kawasan tersebut. Sebab sebagian besar pantai merupakan kawasan yang menjadi aset pemerintah Bandar Lampung. Akses jalan yang diperbaiki dan fasilitas penunjang diharapkan ikut meningkatkan ekonomi warga.

Lihat juga...