Akunitas Sikka Dorong Produk UMKM Naik Kelas

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sejumlah pelaku usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Usaha Unitas (Akunitas) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumpulkan para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka agar naik kelas.

Pelaku usaha ini dihimpun agar produk yang dihasilkan bisa naik kelas sebab akan dipasarkan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat yang masih terbuka lebar dan belum banyak dimasuki produk lokal.

“Kita mengumpulkan para pelaku UMKM agar produk yang dihasilkan minimal bisa masuk pasar di Labuan Bajo. Kami ingin produk UMKM di Sikka,bisa naik kelas,” sebut Sonya da Gama, anggota Akunitas saat ditemui di tempat usahanya di Kota Maumere, Selasa (16/2/2021).

Anggota Akunitas Sikka, Sonya da Gama saat ditemui di Kantor Floressa di Kota Maumere, Selasa (16/2/2021). Foto: Ebed de Rosary

Sonya sapaannya menjelaskan, untuk sampai tembus ke pasar di Labuan Bajo maka produk yang dihasilkan berupa souvenir, kriya, makanan dan minuman, home stay dan penginapan, cafe serta aneka jasa seperti fotografi harus berkualitas.

Untuk itu kata dia, Akunitas akan melihat produk yang dihasilkan pelaku UMKM dan dibantu untuk melakukan berbagai pembenahan agar kualitasnya sesuai permintaan pasar.

“Kita akan melihat produk yang sudah dihasilkan dan akan kita bantu pasarkan di kafe,restoran, hotel dan galery milik Akunitas Labuan Bajo. Tentunya produknya harus sesuai standar kualitas buat wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.

Sonya mengatakan, dengan adanya jaringan Akunitas di Labuan Bajo maka produk UMKM dari Kabupaten Sikka bisa lebih mudah dan difasilitasi masuk ke pasar disana.

Dia menyebutkan, produk yang ada saat ini seperti Keripik Ubi Ungu Kaengaeng, Madu Wane Ai, Kopi Siba Kloang, Kopi Ina Wea, VCO Vircoil Caesar, Sambal Ikan Cakalang Koro Degha, Jagung Goreng Lele Regon, Lele Luk Aja Luk dan lainnya.

“Pasar di Labuan Bajo terbuka lebar karena dijadikan destinasi wisata super premium dan akan menjadi tempat penyelenggaraan KTT G20 di tahun 2023 nanti,” ucapnya.

Ketua Akunitas Cabang Sikka,  Isye Fernandes mengatakan, sejumlah produk dari para anggota asosiasi itu akan bersaing di pasar super premium Labuan Bajo dan dijual saat KTT G20 dan Asean Summit 2023 nanti.

Isye menyebutkan, adanya organisasi ini membuat para pelaku UMKM bisa lebih terpacu untuk membenahi produk yang dihasilkan agar bisa terserap pasar yang lebih luas.

“Kita ingin agar produk UMKM dari Kabupaten Sikka bisa juga mendapatkan tempat di pasar Labuan Bajo.Untuk itu harus ada wadah untuk memfasilitasi produk yang dihasilkan,” ungkapnya.

Lihat juga...