Ambulans Menuju Pemakaman Covid-19 di Pedurenan Terhalang Becek

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Memasuki musim hujan di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, berdampak pada akses lahan permakaman jenazah Covid-19 di Pedurenan, Mustikajaya, jadi becek, berkubang hingga mengganggu proses pemakaman.

Hal tersebut membuat beberapa jenazah terdampak Covid-19, yang diantar menggunakan kendaraan ambulans tidak bisa langsung menurunkan jenazah ke lokasi pemakaman ke liang lahat yang telah tersedia.

Pantauan Cendana News di lokasi, ambulance harus berhenti dipintu masuk kemudian mayat dalam peti khusus dijemput menggunakan gerobak motor (Baktor) untuk menghindari kendaraan ambulans terjebak lumpur di jalur menuju pemakaman khusus Covid-19.

“Musim hujan begini, begitulah kendalanya kendaraan ambulans tidak bisa langsung ke lokasi titik pemakaman. Jika dipaksa mater di lumpur, proses pemakaman jadi terganggu,” ujar Yanto staf UPTD Pemakaman Pedurenan kepada Cendana News, Rabu (3/2/2021).

Yanto, staf pendataan pemakaman Covid-19 di TPU Pedurenan, ditemui Cendana News, Rabu (3/2/2021). -Foto M. Amin

Dikatakan kondisi tersebut sudah sejak musim hujan terjadi. Karena ada jalur khusus lahan yang kosong biasa dilalui kendaraan ambulans menuju lokasi pemakaman langsung. Tapi sekarang kondisinya becek.

Menurutnya hanya kendaraan ambulance milik RSUD Kota Bekasi bisa langsung ke lokasi pemakaman. Wajar kendaraannya double gardan rodanya muter semua, tidak ada kendala di jalur lumpur begitu.

“Kalo ambulance biasanya pernah ada yang mater sampai setengah jam lebih baru bisa lanjut. Akhirnya peti dalam ambulans digotong manual, karena sudah deket ke lokasi Pemakaman,” paparnya.

Sementara Kepala UPTD TPU Pedurenan, Yayan membenarkan kondisi tersebut. Diakuinya tapi belum ada anggaran untuk memberi paving atau membuat jalur khusus dari jalan utama menuju lokasi pemakaman khusus Covid-19.

“Sementara UPTD TPU hanya menyediakan Baktor, untuk membawa peti jenazah menuju lokasi pemakaman Covid-19. Karena kalo dibawa manual jaraknya lumayan jauh juga,” jelas Yayan.

Dikonfirmasi terkait jumlah pemakaman protokol Covid-19 di lokasi TPU Pedurenan, Yayan,mengakui saat ini harus satu pintu melalui Dinas Kesehatan saja.

Sementara pemilik warung yang persis berada di depan lokasi TPU Pedurenan saat ditanya Cendana News, mengakui setiap hari belasan yang dimakamkan melalui protokol kesehatan.

“Setiap hari, belasan yang dimakamkan melalui Prokes di lokasi pemakaman khusus Covid-19. Yang sepi mungkin hari Minggu kemarin aja, hanya lima saya hitung, lihat aja pemakaman. Covid-19 sudah sampai ke samping begitu,” ujarnya.

Pantauan di lokasi TPU Pedurenan memiliki lahan cukup luas. Terlihat pemakaman khusus Covid-19 sudah ada blok baru dari blok yang semula disediakan khusus pemakaman Covid-19.

Lihat juga...