Anggaran COVID-19 Kota Madiun di 2021 Sebesar Rp13 Miliar

Wali Kota Madiun, Maidi, didampingi Dandim 0803/Madiun, perwakilan Polres Madiun Kota dan OPD, saat menggelar kegiatan evaluasi PPKM skala mikro dengan Kodam V Brawijaya secara virtual di Balai Kota Madiun, Kamis (18/2/2021) – Foto Ant

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menganggarkan dana Rp13 miliar, guna penanganan pandemi COVID-19. Alokasi anggaran tersebut terdapat di APBD 2021.

Penganggaran tersebut, termasuk untuk pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. “Anggaran tersebut sebagian sudah digelontorkan ke kelurahan, dengan besaran masing-masing dari 27 kelurahan sekitar Rp200 juta,” ujar Wali Kota Madiun, Maidi, dalam kegiatan evaluasi PPKM skala mikro dengan Kodam V Brawijaya secara virtual di Balai Kota Madiun, Kamis (18/2/2021).

Menurut dia, pencegahan dan penanganan kasus COVID-19 di Kota Madiun terus ditingkatkan. Salah satunya dengan pengoptimalan keberadaan kampung (kelurahan) Tangguh, sebagai perwujudan PPKM mikro.

Hingga saat ini, jumlah posko kampung tangguh telah mencapai 75 posko. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang hanya 48 posko di Kota Madiun. Wali Kota Maidi menyebut, pelaksanaan PPKM skala mikro cukup berpengaruh signifikan, dalam pengendalian kasus COVID-19 di Kota Madiun. Hal itu dibuktikan dengan penurunan jumlah kasus konfirmasi baru, jika dibandingkan dengan kondisi saat pelaksanaan PPKM pertama hingga yang ketiga.

Sebaliknya, jumlah kasus kesembuhan semakin meningkat. Di PPKM pertama, yang dimulai 11 hingga 25 Januari 2021, tercatat ada 430 tambahan konfirmasi positif dengan 249 kasus sembuh. Sedangkan pada PPKM kedua, yang dimulai 26 Januari sampai 8 Februari, tercatat ada 226 kasus konfirmasi positif dengan 373 kasus sembuh. “Sedangkan pada pelaksanaan PPKM skala mikro ketiga, tercatat penurunan kasus konfirmasi. Terdapat 118 konfirmasi baru dengan 148 sembuh, sejak 9 hingga 17 Februari,” jelasnya.

Angka memang masih dimungkinkan bertambah. Apalagi, PPKM mikro dijadwalkan masih akan berlangsung hingga 22 Februari nanti. Namun, pihaknya optimistis, penambahan kasus tak sebanyak PPKM sebelumnya. Sebaliknya, kasus kesembuhan juga akan semakin meningkat.

Meski demikian, jumlah kasus kematian COVID-19 masih menjadi catatan, karena masih terjadi pertambahan. Kondisi pasien yang sudah parah, saat dibawa ke rumah sakit, menjadi salah satu faktornya. Untuk itu, pihaknya meminta warga Kota Madiun disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat PPKM skala mikro. Dengan kedisplinan tersebut diharapkan kasus konfirmasi dapat ditekan. “Evaluasi secara internal juga terus kami lakukan agar pelaksanaan PPKM skala mikro semakin optimal,” tambahnya.

Sesuai data, di Kota Madiun kasus COVID-19 hingga Kamis (18/2/20201), mencapai 1.317 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.132 orang di antaranya telah sembuh, 48 orang lainnya masih dalam perawatan, 46 orang isolasi mandiri, dan 91 orang meninggal dunia. (Ant)

Lihat juga...