Angka Covid-19 di Kota Semarang Masih Tinggi

Editor: Koko Triarko

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, Jumat (5/2/2021). -Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Jelang berakhirnya penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) lanjutan atau tahap II, penyebaran angka Covid-19 di Kota Semarang masih tinggi. Tercatat lima dari 16 kecamatan di wilayah tersebut, masuk kategori zona merah.

Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, per Jumat (5/2/2021) pukul 11.00 WIB, angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Semarang mencapai 767 orang, dengan 190 orang di antaranya merupakan pasien dari luar kota.

Sementara dari data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, meski Kota Semarang saat ini masuk zona oranye, namun penyebaran Covid-19 masih merata di 16 kecamatan, dengan angka tertinggi atau zona merah terjadi di kecamatan Tembalang, Banyumanik, Pedurungan, Semarang Barat dan Ngaliyan.

“Jika melihat angkanya, selama masa perpanjangan PPKM belum terlihat adanya penurunan. Kasus Covid-19 masih stagnan di angka 800-an kasus. Jadi ada yang sembuh, namun ada juga yang terpapar. Meski demikian, dibanding sebelum diterapkan PPKM, secara rata-rata harian sudah turun, dari angka 250 kasus per hari kini sudah turun pada angka 100 kasus per hari,” jelas Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, Jumat (5/2/2021).

Melihat angka tersebut, perlu menjadi perhatian dan upaya bersama agar kasus bisa segera menurun. Salah satu caranya dengan terus menggiatkan penerapan protokol kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Mendorong agar mereka lebih disiplin, dengan tidak berkerumun, selalu memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Kita juga menggandeng seluruh tokoh masyarakat, untuk ikut membantu mengingatkan dan mengajak masyarakat, untuk terus berdisiplin prokes. Mudah-mudahan dengan upaya yang kita lakukan, angka Covid-19 tersebut bisa makin turun,” lanjutnya.

Upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut, juga dilakukan dengan mendukung Gerakan Jateng di Rumah Saja, yang digagas Gubernur Jateng.

“Kita berharap masyarakat untuk tetap di rumah, pada Sabtu – Minggu (6-7/2/2021), ini juga sebagai upaya untuk mencegah perluasan penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Terpisah, Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, menjelaskan perkembangan kasus harian Covid-19 masih fluktuatif. Meski demikian, angka tersebut sudah turun sejak penerapan PPKM tahap I.

“Sementara pada PPKM tahap II ini, pergerakan angka kasus baru turun secara konsisten setelah 25 Januari 2021. Namun, jika dilihat rata-rata mingguan, memang mengalami penurunan sejak awal minggu, meski saat ini angkanya masih stagnan,” terangnya.

Dirinya pun meminta masyarakat untuk disiplin prokes, sekaligus meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari paparan virus Covid-19.

“Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, asupan vitamin juga bisa dilakukan, serta tetap disiplin prokes,” lanjutnya.

Terkait masih adanya zona merah di sejumlah kecamatan di Kota Semarang, Hakam menjelaskan angka tersebut disumbang dari klaster keluarga.

“Kunci untuk menekan penyebaran Covid-19 ini dengan disiplin prokes, untuk itu kami minta kepada masyarakat, terutama yang memiliki mobilitas tinggi, untuk lebih disiplin,” pungkasnya.

Lihat juga...