AS Beri Izin Darurat Kombinasi Dua Antibodi untuk Obat COVID-19

BANGALORE — Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberi izin pakai darurat untuk kombinasi dua antibodi, yaitu bamlanivimab dan etesevimab untuk mengobati pasien COVID-19.

Kombinasi dua antibodi tersebut, yang dikembangkan oleh Eli Lilly, diyakini membantu mengurangi tingkat kematian serta risiko dirawat di rumah sakit untuk pasien COVID-19 sampai 70 persen sebagaimana dilihat dari hasil uji klinis tahap akhir yang diumumkan pada Januari 2021.

Eli Lilly, perusahaan farmasi yang berkedudukan di Indiana, Amerika Serikat, mengatakan obat itu akan segera diproduksi massal.

“Ada sekitar 100.000 dosis yang akan siap dan 150.000 dosis lainnya akan selesai diproduksi pada kuartal pertama tahun ini,” kata Lilly sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulisnya.

Eli Lilly juga akan berkolaborasi dengan Amgen, perusahaan biofarmasi di California, AS. Keduanya berencana memproduksi satu juta dosis etesevimab yang akan digunakan bersama bamlanivimab sampai pertengahan 2021.

Lilly mengatakan “obat itu diberikan untuk pasien COVID-19 gejala ringan sampai sedang dengan usia 12 tahun ke atas yang berisiko akan dirawat di rumah sakit atau diyakini akan mengalami pemburukan”.

Dalam pernyataan terpisah, FDA mengatakan bamlanivimab dan etesevimab belum boleh diberikan untuk pasien COVID-19 yang telah dirawat atau mereka yang telah diberikan bantuan pernapasan dengan tabung oksigen.

Lilly akhir bulan lalu melaporkan keuntungan yang diperoleh pada kuartal keempat 2020 melampaui estimasi Wall Street. Pihak perusahaan mencatat pendapatan sebanyak 871,2 juta dolar AS (sekitar Rp12,2 triliun) untuk penjualan bamlanivimab pada kuartal keempat tahun lalu.

Izin pakai darurat yang diberikan oleh Pemerintah AS kemungkinan akan meningkatkan harga saham Lily di bursa. [Ant]

Lihat juga...