Awal Pekan Ini IHSG Diprediksi Masih Menguat

JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan diprediksi masih melanjutkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya. IHSG dibuka menguat 21,86 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.244,39. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,66 poin atau 0,7 persen ke posisi 960,22.

“Untuk IHSG pada hari ini, kami perkirakan akan bergerak menguat melanjutkan tren penguatannya,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Pasar AS pada Jumat (12/2) lalu menguat, meski cenderung datar. Sentimen dari AS yang sekiranya dapat mempengaruhi pergerakan pasar, yaitu perkembangan laporan keuangan emiten di AS dan perkembangan stimulus yang direncanakan voting RUU stimulus akan berlangsung pada 22 Februari, dan bisa di undang-undangkan awal Maret 2021.

Sentimen dari AS lainnya, yaitu risalah rapat dari bank sentral AS The Fed terkait inflasi dan suku bunga pada Rabu (17/2) pekan ini, dan kasus Covid-19 di AS yang terlihat sudah menurun.

Dari dalam negeri, kasus harian Covid-19 selama pekan lalu, terlihat mengalami penurunan, meski hal tersebut terjadi dikarenakan jumlah tes yang dilakukan lebih sedikit.

Pada Minggu (14/2) kemarin, terjadi penambahan 6.765 kasus baru sehingga akumulasi kasus Covid-19 berjumlah 1.217.468 kasus, dengan pasien sembuh sebanyak 1.025.990 pasien (84,2 persen recovery rate).

Pada pekan lalu, terlihat tingkat kesembuhan cenderung lebih banyak daripada konfirmasi kasus baru yang membuat recovery rate lebih tinggi. Meski demikian, penambahan kasus Covid-19 pada pekan ini masih harus diwaspadai, mengingat terdapat libur imlek pekan lalu yang berpotensi untuk menambah jumlah kasus baru.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 316,4 poin atau 1,07 persen ke 29.836,47 dan indeks Straits Times terkoreksi 14,47 atau 0,49 persen ke 2.939,95. Sedangkan bursa saham Cina dan Hong Kong ditutup karena libur Tahun Baru Imlek. (Ant)

Lihat juga...