Bakauheni Harbour City Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi Bakauheni Harbour City (BHC), diyakini dapat menopang dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Selain itu, juga memudahkan wisatawan yang hendak berkunjung ke berbagai objek wisata di Lampung.

Ivan Rizal, ketua Dewan Pimpinan Cabang Organda Lampung Selatan, mengatakan BHC yang akan dikembangkan telah memiliki pusat penggerak di terminal eksekutif Anjungan Agung Bakauheni, Lampung Selatan. Kawasan seluas 214 hektare yang terus dikembangkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan pihak terkait, itu berpeluang mendongkrak ekonomi masyarakat.

Menurut Ivan, penyiapan fasilitas pada sektor transportasi telah berjalan. Sebab, puluhan armada bus antar kota dalam provinsi berstandar eksekutif tersedia di terminal Bakauheni. Keberadaan objek wisata sejarah, alam dan pariwisata minat khusus bisa memanfaatkan fasilitas transportasi. Pelatihan sumber daya manusia (SDM) pengemudi, kondektur dan fasilitas bus dilakukan menunjang aktivitas wisata.

Ivan Rizal, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Organda Lampung Selatan, saat ditemui di terminal eksekutif Anjungan Agung, Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (28/2/2021). -Foto: Henk Widi

“Sejak lama Bakauheni telah dikenal dengan Menara Siger yang terlihat dari kapal penyeberangan Merak ke Bakauheni, jadi destinasi pariwisata serta objek pariwisata alam sehingga dengan pengembangan Bakauheni Harbour City makin mendukung kawasan pariwisata terintegrasi,” terang Ivan Rizal, saat ditemui Cendana News, Minggu (28/2/2021).

Penyediaan fasilitas bus pariwisata, sebut Ivan Rizal menjadi peluang bagi sektor transportasi. Trayek yang telah dilayani oleh Organda dari terminal eksekutif Bakauheni. Namun, ia memastikan paket perjalanan pariwisata bisa menggunakan fasilitas bus yang tersedia. Trayek dari Bakauheni menuju Bandar Lampung cukup memadai dengan kehadiran Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Hermansah, salah satu penyedia jasa transportasi bus pariwisata, juga menyebut pengembangan BHC berdampak positif. Promosi destinasi wisata di Lampung yang terus dilakukan memberi dampak positif bagi usaha transportasi. Namun, imbas pandemi Covid-19 sejak satu tahun terakhir, penggunaan bus menurun. Faktor penurunan pengguna bus diakibatkan pilihan memakai mobil carteran.

“Wisatawan yang akan menuju ke Lampung memilih naik mobil carteran, sehingga penumpang bus menurun,” cetusnya.

Harapan positif diakui Hermansah setelah pemerintah memberikan vaksin Covid-19 bagi masyarakat. Bagi sektor pariwisata, akan mendorong masyarakat bisa berwisata ke Lampung. Normalnya, bus pariwisata bisa mengangkut sekitar 30 penumpang. Namun sejak pandemi, kapasitas penumpang berkurang untuk trayek Bakauheni-Bandar Lampung.

Bagi pelaku usaha transportasi, kawasan terintegrasi Bakauheni Harbour City akan meningkatkan pendapatan. Konsep paket pariwisata bisa menjadi pendorong ekonomi. Sebab, satu paket perjalanan wisata memanfaatkan alat transportasi, penginapan, tempat kuliner. Dampak ikutan dari pengembangan BHC akan dirasakan sejumlah pelaku usaha sektor pariwisata.

Terminal eksekutif Anjungan Agung Bakauheni sebagai tempat transit, ikut mendorong sektor pariwisata. Suhairul, pengelola gerai Dekranasda Lamsel, menyebut sejumlah oleh-oleh hasil UMKM bisa dijual. Wisatawan bisa membeli kuliner tradisional Lamsel mulai keripik, kopi dan beragam kuliner. Suasana nyaman dan view menarik bisa dinikmati saat berada di terminal eksekutif tersebut.

View menarik di terminal eksekutif Bakauheni, sebut Suharirul bisa dinikmati dengan minum kopi. Pemandangan Menara Siger di sisi Barat dan Selat Sunda di sisi Timur menjadi atraksi menarik. Aksesibilitas menuju terminal eksekutif sebagai bagian dari BHC menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sejumlah wahana rekreasi bagi anak-anak sekaligus menjadi magnet di terminal eksekutif Bakauheni.

“Saat pengunjung datang, pelaku usaha penjualan produk kuliner juga ikut mengalami penjualan meningkat,” tuturnya.

Jupri, salah satu pengunjung di terminal esksekutif Bakauheni, mengaku mendukung pengembangan BHC. Sebagai pusat informasi pariwisata, pengunjung bisa memilih destinasi wisata Bakauheni. Sebab, kawasan Bakauheni memiliki destinasi bahari, tirta dan pegunungan. Memandang Selat Sunda dari puncak Bukit Sunrise di Kelawi, menyelam di pantai Batu Alif dan pantai lain akan lebih mudah. Sebab, fasilitas pendukung akan disediakan berpusat di Bakauheni Harbour City.

Lihat juga...