Bakmi Jawa, Enak Gurih dan Mengenyangkan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Bakmi atau mie, menjadi salah satu bahan pangan yang sering digunakan untuk berbagai olahan kuliner. Termasuk bakmi Jawa, yang memiliki tekstur yang cenderung agak kecil, bulat dan tipis.

Ada banyak penjual bakmi Jawa di Kota Semarang, yang bisa menjadi referensi,. Umumnya para penjua mulai berjualan dari sore hari hingga tengah malam. Ini karena paling enak disantap, saat cuaca dingin, sehingga mampu mengenyangkan sekaligus menghangatkan badan.

Namun jika ingin menikmati di pagi hari, bakmi Jowo Pak No di kawasan Taman Indonesia Kaya, atau tepat di belakang kantor Gubernuran Jateng, Semarang, bisa menjadi pilihan.

“Baik bakmi goreng atau godog, semuanya menggunakan bumbu bawang putih. Bawang putih yang sudah dihaluskan, ditumis sampai harum. Kemudian diberi air, masukkan sayuran, garam, penyedap rasa. Lalu beri kocokan telur, campur sampai mendidih. Lalu mie dimasukkan, tunggu hingga matang,” papar Asih, pedagang bakmi Jawa Pak No, saat ditemui di sela berjualan, Sabtu (13/2/2021).

Beragam sayur digunakan sebagai pelengkap, mulai dari sawi, potongan kubis, tomat, daun bawang dan daun seledri. Kesemuanya tidak dijadikan taburan, tetapi dimasak bersama dengan mie.

Tidak hanya itu, potongan tomat yang ikut dimasak juga membuat kuah mie lebih segar. Tomat tersebut juga menjadi penetral, agar telur kocok dalam kuah mie, tidak terasa berat atau enek. Sebelum disajikan, suwiran ayam pun ditambahkan. Rasanya pun enak, gurih namun ringan.

“Bumbu-bumbunya pakai bawang merah, putih dan kemiri. Semuanya diulek sampai halus. Ini yang menjadi bumbu utama. Sedangkan untuk bakmi goreng, bumbu yang digunakan sama, hanya saja ada tambahan kecap,” lanjutnya.

Asih, pedagang bakmi Jawa Pak No, saat ditemui di sela berjualan di kawasan Menteri Supeno Semarang, Sabtu (13/2/2021). Foto Arixc Ardana

Beragam sate juga bisa menjadi teman makan bakmi godog atau goreng. Tidak lupa tambahan acar timun hingga kerupuk, membuat kelezatan kian terasa lengkap.

Keunikan lainnya, adalah cara pengolahannya yang menggunakan tungku dari tanah liat atau biasa disebut anglo, sehingga api yang dihasilkan untuk memasak berasal dari kayu arang.

“Kalau dimasak dengan tungku tanah, rasa bakmi lebih enak, mungkin karena bercampur dengan bau asap arang,” tambahnya.

Asih pun mengaku penggemar bakmi Jawa cukup banyak. Setiap hari, puluhan porsi berhasil dijualnya. Tidak hanya saat hari kerja, namun juga saat hari libur. “Kalau Senin-Jumat, yang beli rata-rata para pegawai perkantoran di sekitar, sementara Sabtu-Minggu, masyarakat yang sedang olahraga atau jalan-jalan di sekitar Taman Indonesia Kaya,” tandasnya.

Sementara, salah seorang penggemar, Aris Budi, mengaku rasa bakmi Jawa yang khas, dengan aroma bumbu bawang putih yang kuat, menjadi daya tarik utama.

“Rasanya enak, gurih, tidak terlalu berat. Jadi bisa buat sarapan juga. Bakmi Jawa ini juga lengkap, ada sayur, telur hingga suwiran daging ayam. Jadi pas,” terangnya.

Dirinya mengaku kerap menikmati menu bakmi Jawa, terutama bakmi godog, yang menjadi favoritnya. “Kuahnya enak, bahkan kalau makan, kuahnya sudah saya habiskan duluan sebelum bakminya. Seger. Harganya juga tidak terlalu mahal, jadi bisa untuk semua kalangan,” pungkasnya.

Lihat juga...