Bambu Percantik Destinasi Wisata di Lampung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kebutuhan bambu dengan pengolahan dan pemanfaatan tepat berpotensi melengkapi fasilitas dan mempercantik destinasi wisata di Lampung.

Pengrajin bambu, Asta, di Kelurahan Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung menyebut bambu hitam diolah menjadi fasilitas saung. Pesanan dipilih pelanggan untuk saung taman, destinasi wisata.

Saung bambu menurut Asna dibuat mulai ukuran 2×2 meter hingga 4×6 meter sesuai pesanan. Pembuatan dilakukan dengan kerangka beratapkan karpet dan alang alang kering. Saung yang telah dirangkai akan diberi atap karpet agar saat hujan air tidak bocor. Alang alang berfungsi sebagai atap menjadi penambah estetika.

Saung bambu menurut Asna dijual mulai harga Rp2juta hingga Rp3juta. Penambahan ornamen berupa ukiran, pernis dan pagar yang menarik akan mempercantik tampilan. Bernuansa etnik, tradisional menjadi pemanis objek wisata pantai, taman. Sejumlah restoran yang ingin menghadirkan estetika pedesaan menyediakan saung untuk tempat makan.

“Kerinduan masyarakat menikmati suasana pedesaan membuat perlengkapan dari bambu bisa digunakan untuk pelengkap destinasi wisata dalam bentuk saung, kursi, meja, ayunan, ornamen pagar, jembatan untuk penambah estetika,” terang Asna saat ditemui Cendana News, Minggu (14/2/2021)

Bambu yang telah dibersihkan,diolah juga bisa menjadi kap lampu, sangkar burung. Sejumlah tempat wisata berkonsep alami memilih menggunakan dekorasi tersebut untuk objek foto unik. Asna juga menyediakan layanan untuk pembuatan dekorasi unik pada taman. Penggunaan bambu untuk rambatan tanaman menjadikan konsep taman semakin indah.

Penggunaan atap alang alang dalam pembuatan saung menciptakan kesan menarik. Pesanan peralatan dari bambu sebut Asna berasal dari wilayah Pesawaran, Bandar Lampung dan sejumlah tempat di Lampung. Memudahkan proses pengangkutan. Saat akan dikirim bisa dilepas sejumlah bagian dan dirakit saat tiba di lokasi pemesan.

“Banyak pantai yang berkonsep alam pedesaan, tempat rekreasi pemancingan memesan saung, kursi,ayunan hingga ornamen pelengkap,”cetusnya.

Hasnah, pengurus objek wisata taman bunga Umbul Helau di Jalan Wan Abdurrahman menyebut unsur bambu sangat kental. Fasilitas digunakan sebagai bangunan saung, replika kincir angin, jembatan hingga pagar. Sejumlah gantungan lampu hingga bambu panjang dibentuk segitiga mempercantik taman bunga.

Saung dari bambu untuk tempat istirahat pengunjung paling disukai. Sebab selain memiliki fungsi berteduh, estetika taman bunga celosia semakin menarik. Material berbahan alami rotan, bambu dan alang alang sebutnya cukup alami. Bagi pengunjung fasilitas menambah keindahan background foto. Taman bunga celosia warna warni sebutnya semakin tertata apik dengan pagar.

“Bambu mudah diperoleh dan saat rusak bisa diganti dengan material yang mudah diperoleh,” tegasnya.

Asta, salah satu pengrajin bambu hitam di Kelurahan Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung memenuhi pesanan sejumlah objek wisata, Minggu (14/2/2021). Foto: Henk Widi

Fasilitas dibuat dari bambu juga dimanfaatkan pengelola objek wisata Minang Rua Bahari. Bahtiar Ibrahim, kepala Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut saung bambu menambah estetika wisata bahari. Sebab pengunjung yang berasal dari sejumlah wilayah memilih berteduh. Atap dari daun nipah lebih sejuk dibandingkan asbes dan genteng.

Pengelola sebutnya juga memanfaatkan untuk pembuatan homestay. Sejumlah penginapan berkonsep tradisional semakin indah saat dibuat dengan ornamen bambu.

Bambu yang digunakan sebagai sarana untuk memasang lampu mendukung keindahan pantai saat malam hari. Kreatifitas peralatan mendukung daya tarik objek wisata.

“Kombinasi kayu, bambu akan semakin mempercantik suasana pantai sebagai objek wisata,” cetusnya.

Anisah, salah satu pengunjung menyebut saung bambu menarik digunakan untuk objek foto karena menambah kesan alami. Berpadu dengan pepohonan rindang, saung bambu menjadi tempat untuk bersantai saat liburan.

Lihat juga...