Banjir dan Gelombang Picu Kerusakan Bibit Mangrove Pesisir Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pengaruh banjir dan gelombang pasang di pesisir Lampung Selatan berimbas kerusakan bibit mangrove. Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Hijau Lestari, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi Ahmad Rizal, menyebut abrasi terjadi secara bertahap.

Penghujan berimbas banjir Sungai Way Sekampung memicu tercabutnya bibit mangrove yang ditanam. Kawasan muara Sungai Way Sekampung sebutnya kerap menjadi wilayah endapan lumpur kala musim kemarau.

Area yang memiliki endapan pasir, tanah jadi lokasi penanaman bibit mangrove jenis bakau (Rhizopora SP) dan api api (Avicennia). Namun saat penghujan sejumlah area muara yang mengendap ratusan meter persegi hilang. Hilangnya endapan lumpur, pasir tersebut berimbas bibit mangrove tercabut.

Siklus lima tahunan saat banjir melanda sebut Ahmad Rizal mendorong kerusakan vegetasi mangrove. Namun vegetasi mangrove jenis api api, bakau yang tumbuh beberapa tahun silam tetap terjaga. Kendala pelestarian mangrove sebutnya terjadi oleh potensi gelombang dan angin timur. Imbasnya tanaman yang telah tumbuh tergerus dan tumbang.

“Keberadaan mangrove api api saat penghujan sangat penting bagi warga pesisir karena menjadi sabuk hijau saat terjadi arus balik air banjir berbarengan dengan gelombang pasang,vegetasi mangrove juga sangat penting untuk sumber resapan air,” terang Ahmad Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (10/2/2021).

Ahmad Rizal, Ketua KTH Hijau Lestari di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan di lokasi pasir timbul yang sebagian hilang oleh banjir dan gelombang, Rabu (10/2/2021). -Foto Henk Widi
Lihat juga...