Banjir di Bekasi Ikut Rendam Lokasi Kuliner

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Hujan dengan entitas tinggi sejak Jumat Malam hingga Sabtu Siang (20/2/2021) di Kota Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan sejumlah titik terendam banjir. Tanpa terkecuali lokasi tempat lapak kuliner di beberapa komplek.

Bargo penjual pecel kembang Turi di komplek pusat kuliner Purigading, mengaku tidak berjualan. Hari ini lokasi kuliner Purigading tutup tidak ada yang jualan karena lokasinya digenangi air, Sabtu (20/2/2021). Foto: Muhammad Amin

Banjir yang mengepung wilayah Bekasi, ikut di rasakan pelaku kuliner pagi pada beberapa wilayah. Sehingga berdampak tidak berjualan pada Sabtu ditempat biasa mangkal seperti jalan utama di komplek atau pusat lainnya.

Bahkan terlihat tidak sedikit gerobak tempat mangkal ikut terendam banjir. Hal tersebut terlihat di pusat kuliner Jalan Rawalumbu, dan tempat lainnya.

Pantauan Cendana News, di Komplek Purigading, lokasi tempat kuliner di sepanjang jalan komplek yang biasa menjajakan aneka jajanan setiap pagi untuk sarapan seperti kue, lontong, mie dan jajanan lainnya ikut direndam genangan air.

“Pusat Kuliner di Komplek Purigading, terendam banjir. Terpaksa hari ini off dulu jualan pecel Kembang Turi, gerobaknya saja tenggelam begitu,” ungkap Bargo, penjualan Pecel Kembang Turi di Purigading, kepada Cendana News, Sabtu (20/2/2021).

Informasi yang didapatkan bahwa penyebab banjir di Komplek Purigading, akibat luapan Kali Cakung Timur, dan ada bagian tanggul Kali Cakung Timur yang tidak jauh dari komplek rusak hingga berdampak air masuk ke lokasi komplek tersebut.

Menurutnya banjir yang mengepung Kota Bekasi sejak kemarin belum berdampak di Purigading. Tapi hujan dengan entitas tinggi sepanjang Jumat malam hingga Sabtu siang membuat lokasi pusat kuliner aneka jajanan di komplek Purigading terendam.

Hak tersbeut jelasnya tidak hanya dirasakan warga di komplek Pemukiman yang terdampak.

“Tapi juga para pelaku kuliner yang biasa mangkal di komplek tentunya,” ujarnya menyebut tempat mangkal lain juga ikut terendam.

Hal senada juga diakui Uni Devi, penjual menu sarapan lontong padang di komplek Purigading. Ia mengaku mendapat laporan genang sudah terjadi sejak pagi.

“Biasanya sore sudah surut, tapi sore tidak bisa lagi jualan biasanya jajanan biasa bukan kuliner untuk sarapan,” jelasnya.

Dari informasi yang didapat Cendana News, di lapangan beberapa komplek tempat mangkal kuliner terutama di titik perumahan elit seperti Kemang Pratama Bekasi Selatan juga ikut terendam banjir. Sehingga banyak pelaku kuliner terutama gerobak beralih ke lokasi sisi banjir untuk menjajakan dagangannya kepada warga yang melintas atau hanya sekedar melihat banjir.

“Tetap jualan mas, disinikan banyak orang biasanya mangkal di dalam komplek. Tapi kan ga mungkin, sekarang lagi banjir dan banyak lumpur begitu,” ujar Mang Agus penjual Mie Ayam di sekitar lokasi pusat kuliner depan komplek Nasio yang ikut terendam banjir.

Banjir di wilayah Kota Bekasi, kata Puarman Ketua KP2C, dikonfirmasi terpisah menegaskan bahwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bekasi bukan karena banjir kiriman dari Bogor. Kali ini jelasnya banjir murni karena enstitas hujan yang tinggi sepanjang Jumat malam.

“Dari pantauan KP2C, diketahui hulu sungai Cielungsi-Cikeas, dalam keadaan normal. Tadi malam di wilayah hulu seperti Bogor tidak hujan, maka hulu dalam kondisi normal. Biasanya banjir disebabkan luapan kali kiriman dari Bogor,” tukasnya,

Dia mengatakan sehingga beberapa lokasi aliran Kali Bekasi tidak terdampak kecuali PGP karena ada tanggul panjang yang jebol akibat longsor.

Lihat juga...