Banjir Merendam, Aktivitas usaha Kuliner di Bekasi Terhenti

Editor: Mahadeva

BEKASI – Hujan dengan entitas tinggi, sejak Jumat (19/2/2021) malam hingga Sabtu (20/2/2021) siang di Kota Bekasi, Jawa Barat, terjadi di sejumlah titik. Tanpa terkecuali lokasi tempat lapak kuliner di pusat kuliner di jalan Rawalumbu.

Pantauan Cendana News, di Komplek Purigading, lokasi kuliner yang ada di sepanjang jalan komplek yang biasa menjajakan aneka jajanan ikut direndam genangan air. “Pusat Kuliner di Komplek Purigading, terendam banjir. Terpaksa hari ini off dulu jualan pecel Kembang Turi, gerobaknya saja tenggelam begitu,” ungkap Bargo, penjual Pecel Kembang Turi di Purigading, kepada Cendana News, Sabtu (20/2/2021).


Bargo penjual pecel kembang Turi di komplek pusat kuliner Purigading, mengaku tidak berjualan. Hari ini lokasi kuliner Purigading tutup tidak ada yang jualan karena lokasinya digenangi air, Sabtu (20/2/2021) – foto M Amin

Banjir di Komplek Purigading, diakibatkan luapan Kali Cakung Timur. Hal itu dikarenakan tanggul Kali Cakung Timur yang berada tidak jauh dari komplek rusak. Akhirnya air masuk ke lokasi komplek tersebut. Banjir tersebut tidak hanya dirasakan warga di komplek. “Tapi juga para pelaku kuliner yang biasa mangkal di komplek tentunya,” ujarnya.

Hal senada juga diunglapkan Uni Devi, penjual lontong padang di komplek Purigading. Ia dilapori air menggenang sejak Sabtu (20/2/2021) pagi. “Biasanya sore sudah surut, tapi sore tidak bisa lagi jualan, biasanya jajanan biasa bukan kuliner untuk sarapan,” jelasnya.

Dari informasi yang di dapat Cendana News di lapangan, beberapa komplek tempat mangkal kuliner terutama di titik perumahan elit seperti Kemang Pratama Bekasi Selatan juga ikut terendam banjir. Banyak pelaku kuliner, terutama gerobak, beralih ke lokasi sisi banjir untuk menjajakan dagangannya, kepada warga yang melintas atau hanya sekedar melihat banjir.

“Tetap jualan, disini banyak orang yang biasanya mangkal di dalam komplek. Tapi nggak mungkin, sekarang lagi banjir dan banyak lumpur begitu,” ujar Mang Agus, penjual Mi Ayam di lokasi pusat kuliner depan komplek Nasio.

Puarman, Ketua KP2C menegaskan, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bekasi bukan karena banjir kiriman dari Bogor. Kali ini, banjir murni terjadi karena hujan deras yang terjadi di sepanjang Jumat. “Kenapa? Karena dari pantauan KP2C, diketahui hulu sungai Cielungsi-Cikeas, dalam keadaan normal. Tadi malam di wilayah hulu seperti Bogor tidak hujan, maka hulu dalam kondisi normal. Biasanya banjir disebabkan luapan kali kiriman dari Bogor,” tukasnya.

Dia mengatakan, beberapa lokasi aliran Kali Bekasi tidak terdampak, kecuali PGP karena ada tanggul panjang yang jebol akibat longsor.

Lihat juga...