Banjir Rob Mempora-porandakan Pantai Muarabungin, Bekasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Bencana banjir di wilayah Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tidak hanya menerjang pemukiman penduduk di berbagai desa di wilayah pesisir bagian utara Bekasi tersebut.

Deddy, ketua Pokdarwis Desa Pantaibakti, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Minggu (21/2/2021) mengatakan saat ini Pantai Muarabakti masih tutup, semua sedang fokus karena banjir di permukiman. Foto: Muhammad Amin

Bencana banjir itu juga berdampak ke lokasi wisata Pantai Muarabungin, di Desa Pantaibakti, Muaragembong, ikut pora-poranda oleh terjangan banjir. Pantai tersebut selama ini dikembangkan oleh pemuda setempat.

“Selain banjir, Pantai Muarabungin juga terjadi banjir rob sebelumnya. Sekarang akses ke lokasi pantai amblas sekitar 1,5 Kilometer akibat diterjang hujan yang terus terjadi, setiap hari,” ungkap Dedi, Ketua Pokdwis Desa Pantaibakti kepada Cendana News, Minggu (21/2/2021).

Banjir rob beberapa waktu lalu lanjut Dedi, telah meluluhlantakkan semua fasilitas yang ada di Pantai Muarabungin. Termasuk akses jalan di sekitar lokasi amblas diterjang banjir rob. Saat ini warga mulai membangun lagi lokasi tersebut secara gotong royong.

Menurutnya lokasi menuju lokasi di perkampungan warga masih terendam banjir kirim akibat luapan Kali Citarum dan hujan. Kondisi banjir sampai sekarang masih terjadi di beberapa titik.

“Diibaratkan penyakit, banjir di wilayah Desa Pantaibakti, sudah komplikasi, hujan, luapan Sungai Citarum, air laut pasang, semua terjadi di sini,” ungkap Dedi.

Dikatakan, akibat banjir rob beberapa waktu lalu, Pokdarwis mulai membangun lagi, terutama akses jalan menggunakan alat seadanya. Begitu bersama warga sudah melaksanakan pembersihan lokasi pantai Muarabungin. Tapi sekarang kembali diperparah karena banjir yang sampai sekarang masih terjadi.

Ia mengatakan baru saja dibangun pelebaran jalan di sekitar pantai dan pemukiman warga, tapi banjir kembali datang. Sekarang warga disibukkan dengan tempat masing-masing berberes ataupun menjaga kemungkinan banjir susulan.

“Parah akibat banjir kiriman dan hujan akses jalur satu-satunya menuju ke Pantai amblas sekitar 1,5 kilometer. Kondisi ini, membuat pantai Muarabungin saat ini susah diakses dan harus ada perbaikan jalan,” jelas Deddi.

Dia mengakui, Pemerintah Kabupaten Bekasi, sudah melihat langsung ke lokasi. Mereka menjanjikan akan ada perbaikan lokasi Pantai Muarabungin. “Saya berharap semoga bisa nyata saja,” ujarnya

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyomarno, dengan kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi, mendesak Bupati segera menetapkan wilayah setempat sebagai kawasan tanggap darurat banjir.

“Status Kabupaten Bekasi ‘Tanggap Darurat Banjir’ agar alokasi anggaran besar untuk tanggap darurat banjir bisa terlaksana dalam penanganan banjir,” ungkap Nyomarno, Minggu (21/2/2021).

Lebih lanjut dikatakan bahwa penetapan siaga darurat banjir ini juga harus disampaikan ke Propinsi Jawa Barat, agar Kabupaten Bekasi juga masuk dalam siaga darurat banjir di wilayah Jawa Barat.

Hal tersebut dalam rangka menanggapi banjir susulan akibat jebolnya tanggul sungai Citarum di Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi yang berbatasan langsung dengan wilayah Karawang.

Diketahui Tanggul Kali Citarum pada Minggu pagi 21 Februari 2021 sekira jam 06.00 WIB, jebol. Kondisi tersebut menjadikan empat desa di Kabupaten Bekasi terendam banjir, bahkan akibat jebolnya tanggul, ada lima rumah warga hancur tergerus air, dan lebih kurang 6.000 kepala Keluarga terdampak memerlukan bantuan.

Lihat juga...