Banyak Pelaku UMKM dan Ekraf di Sikka Belum Terdata

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Asosiasi Pelaku Usaha Manengah, Kecil dan Mikro (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, melakukan pendataan anggota untuk diakomodir dalam memasarkan produk serta mengikuti berbagai pelatihan.

“Kami masih melakukan pendataan dan membuka pendaftaran anggota pelaku usaha UMKM dan Ekraf di Kabupaten Sikka,” sebut Sherly Irawati, Ketua AkuSikka  Kabupaten Sikka, Selasa (23/2/2021).

Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Manengah (UKMK) dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sikka, NTT, Sherly Irawati, saat ditemui di galeri AkuSikka di Kota Maumere, Senin (22/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Sherly menyebutkan, pendataan dan pendaftaran anggota terus dilakukan setelah kepengurusan dibentuk, dan saat ini ada 150 pelaku UMKM dan Ekraf yang sudah terdata.

Padahal, menurutnya masih banyak pelaku usaha yang ada di kecamatan-kecamatan yang mempunyai produk dan belum terdata, sehingga belum dikenal.

“Banyak pelaku usaha UMKM dan Ekraf yang sudah menghasilkan produk dan terbentuk lama, bahkan sudah lima tahun, namun belum terdata dan dikenal luas masyarakat di Kabupaten Sikka sendiri,” ungkapnya.

Sherly menyebutkan, dengan melakukan pendataan dan pendaftaran anggota, pihaknya akan memetakan dan mengelompokkan setiap pelaku usaha agar memudahkan dalam pendampingan.

Lanjutnya, selama ini banyak pelaku usaha UMKM dan Ekraf yang berada di kecamatan-kecamatan sulit memasarkan produk mereka, sehingga tidak berkembang.

“Banyak pelaku UMKM dan Ekraf yang telah lama berkiprah, namun produknya belum banyak dikenal masyarakat. Kami mendirikan wadah AkkuSikka agar dengan adanya asosiasi akan membuat semua pelaku usaha ini bersatu,” ucapnya.

Sementara itu seorang pelaku usaha kopi Mok Blek yang telah memiliki kemasan, Elisia Digma, mengatakan, adanya organisasi AkkuSikka membuat pelaku UMKM dan Ekraf bisa mengembangkan usahanya.

Elis, sapaannya, menambahkan dengan bergabung di organisasi, maka ada ilmu yang didapat terkait pemasasaran, kemasan dan pengelolaan keuangan, di mana semua anggota saling berbagi pengalaman.

“Selain adanya pelatihan, setiap anggota juga saling berbagi pengalaman soal kendala dalam mengembangkan usaha. Adanya galeri milik AkkuSikka juga membuat anggota bisa menitipkan produknya untuk dipasarkan,” ucapnya.

Elis mengapresiasi adanya pendirian asosiasi ini, sebab diantara anggota pun saling mempromosikan produk sesama anggotanya kepada pelanggan atau mitra usahanya.

“Selama pandemi Corona ini pelaku usaha UMKM dan Ekraf tetap bertahan, meskipun mendapatkan terpaan. Biar pendapatan menurun, namun masih bisa bertahan dan menjual produknya,” pungkasnya

Lihat juga...