Banyak Pesta Digelar, Positif Covid-19 di Sikka Meningkat Drastis

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Dalam waktu empat hari sejak awal Februari 2021, jumlah kasus positif  Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, meningkat drastis. Dari 230 sampel yang dikirim, 169 sampel dinyatakan positif Covid-19.

Penambahan kasus ini akibat dari jumlah sampel swab yang dikirim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sikka ke Laboratorium  Biomolekular RSUD Prof. WZ. Johannes Kupang selama periode 6 hingga 21 Januari 2021, baru diketahui hasilnya.

Juru Bicara Bidang Kesehatan,Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH., dalam konferensi pers daring, Jumat (5/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Sampel yang kami kirim sejak Januari 2021 baru keluar hasilnya, dan dinyatakan 169 sampel positif Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH., kepada wartawan dalam konferensi pers daring, Jumat (5/2/2021).

Dokter Clara menyebutkan, sampel yang terkonfirmasi positif dalam jumlah banyak ini mayoritas berasal dari hasil rapid antigen positif pelaku perjalanan dan kontak erat, termasuk kontak erat dari antigen positif tersebut.

Namun, kata dia, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 ini belum termasuk sampel dari 30 karyawan PT. MAN yang bekerja di PLTMG Wairita, Maumere, yang dikirim ke Surabaya oleh pihak perusahaan.

“Data  terkonfirmasi positif ini belum termasuk 30 orang dari PT MAN, karena sedang dalam proses input data ke dalam sistem. Memang, kemarin kita mendahulukan penanganan orang yang kontak erat dengan mereka,” ungkapnya.

Sekertaris Dinas Kesehatan ini menyebutkan, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, selama satu hingga dua minggu ke depan cenderung meningkat, sebab masih terjadi banyak pesta yang digelar.

Ia menyesalkan, saat pesta masyarakat sering mengabaikan protokol kesehatan, dan tim Satgas Covid-19 selalu melakukan pemantauan dan menemukannya hingga terkadang dibubarkan.

“Kemungkinan besar kasus positif Covid-19 akan bertambah, karena pesta masih saja digelar, meskipun sudah dilarang oleh pihak gereja juga. Kalau masyarakat masih membandel, maka kasusnya pasti terus meningkat,” ungkapnya.

Clara menambahkan, dengan adanya penambahan kasus 169 orang yang positif, maka total terdapat 355 kasus positif di Kabupaten Sikka hingga Kamis (4/1/2021), dan 6 orang meningggal dunia ditambah 5 orang probabel yang juga meninggal.

Dokter ahli penyakit dalam RS TC Hillers Maumere, dr. Asep Purnama, Sp.Pd., yang biasa menangani pasien Covid-19, juga menyesalkan menurun drastisnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dibandingkan pada 2020.

Dokter Asep menyebutkan, saat awal muncul pandemi Covid-19 dan sekitar bulan April 2020 masuk ke Kabupaten Sikka dengan adanya penumpang KM Lambelu yang positif, masyarakat sangat ketat menerapkan protokol kesehatan.

“Saat ini masyarakat sudah makin apatis dalam menerapkan protokol kesehatan. Perlu upaya yang lebih dengan melibatkan berbagai tokoh dan lintas sektor, agar semua bergerak bersama mengatasi penyebaran Covid-19 di Sikka,” pesannya.

Lihat juga...