Bappenas: Indonesia Capai Target Kekebalan Kolektif Tahun Depan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), Suharso Monoarfa optimis, Indonesia mampu mencapai target herd immunity (kekebalan kolektif) di tahun depan.

Menurut Suharso, optimisme tersebut didasari atas kegiatan vaksinasi yang berlangsung lancar, dan telah sampai pada tahap kedua, di mana target yang disasar adalah para petugas pelayanan publik, seperti ASN, guru, jurnalis hingga para pedagang pasar.

“Bila tidak ada aral melintang, selama 15 bulan ke depan, Indonesia akan mencapai herd immunity di Maret 2022, karena berdasarkan jumlah vaksin, tersedia untuk disuntikan ke hampir 182 juta penduduk Indonesia di atas usia 18 tahun dan dengan tambahan sekitar 15 persen cadangan. Kami optimis Indonesia bisa,” ujar Suharso dalam siaran pers, Jumat (26/2/2021).

Suharso menegaskan vaksinasi Covid-19, selain menjadi game changer untuk mendorong laju penurunan kasus dan mencapai herd immunity, sekaligus sebagai strategi implementasi RKP 2021 yang mengusung tema Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial.

“PDB kita 57 persen itu adalah konsumsi rumah tangga yang kalau pertumbuhannya bagus, maka pertumbuhan ekonomi juga bagus. Saat ini rumah tangga terganggu akibat mobilitas terbatas karena Covid-19. Untuk itu, kita pastikan upaya penanganan Covid-19 sejalan dengan langkah pemulihan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,” tandas Suharso.

Pada waktu yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal P2P, Muhammad Budi Hidayat menyatakan, bahwa pemberian vaksin Sinovac yang dilakukan tenaga kesehatan (nakes) profesional ini ditargetkan dapat dilakukan dengan cepat, mencapai target vaksinasi untuk 500 pegawai dalam waktu satu hari.

“Pelayan publik termasuk ASN ataupun pejabat di Bappenas, karena langsung berhubungan dengan masyarakat sehingga jadi sasaran yang harus dilakukan penyuntikan segera. Ke depan, vaksin bukan satu-satunya, protokol kesehatan juga tetap dijalankan,” kata Budi Hidayat.

Selain untuk ASN dan pelayan publik lainnya serta para lanjut usia berumur di atas 60 tahun, vaksinasi tahap kedua juga diprioritaskan untuk kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi sehingga rentan Covid-19.

“Seperti pedagang pasar, pendidik, tokoh agama dan penyuluh agama, wakil rakyat, pejabat, pemerintah, petugas keamanan, petugas pariwisata, pekerja transportasi publik, atlet, wartawan dan pekerja media lainnya,” tukas Budi Hidayat.

Dalam pelaksanaannya, vaksinasi dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan rekomendasi World Health Organization, yakni penerima vaksin pertama adalah sumber daya manusia kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional per 21 Februari 2021 menunjukkan Tahap Satu Vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 83,60 persen atau 1.227.918 nakes dari target 1.468.764 nakes.

Lihat juga...