Bea Cukai Jateng-DIY Gagalkan Penyelundupan Rokok Polos Ilegal

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Penyelundupan sebanyak 720 ribu batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) berbagai merek, dengan nilai mencapai Rp 734 juta, berhasil digagalkan Kanwil Bea Cukai Jateng – DIY.

“Keberhasilan penggalan penyelundupan ini, diawali dari informasi intelijen terkait pergerakan truk dengan ciri tertentu dari Jawa Timur, yang diduga membawa rokok ilegal ke Sumatera dan melewati Semarang,” papar Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Moch Arif Setijo Nugroho, di Semarang, Selasa (9/2/2021).

Atas informasi tersebut, tim bergerak melakukan patroli di sepanjang jalan tol Salatiga-Semarang dan  Semarang-Batang. “Penyelidikan tersebut, berbuah manis, pada hari Senin (8/2/2021) sekitar pukul 04.00 WIB berlokasi di Jalan Tol Semarang-Batang KM. 389, Semarang, tim berhasil menemukan truk dimaksud dan segera melakukan pengecekan,” lanjutnya.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Moch Arif Setijo Nugroho, di Semarang, Selasa (9/2/2021). -Foto Arixc Ardana

Hasilnya, petugas berhasil menemukan sebanyak 45 koli rokok polos atau tanpa dilekati pita cukai, yang coba disamarkan dengan ditutupi muatan buah naga dan salak. “Total rokok polos yang diangkut mencapai 720 ribu batang rokok jenis SKM berbagai merk, dengan nilai mencapai Rp 734,4 juta,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, sopir dan kernet truk yang diamankan, diketahui mereka dibayar sebesar Rp 14 juta, untuk membawa muatan berisi buah naga, salak, dan paket yang tidak diketahui isinya.

“Menurut EP, si sopir truk tersebut, mengaku jika tarif yang diterimanya merupakan tarif pada umumnya untuk mengangkut barang dari Jawa Timur ke Sumatera. Penyelidikan saat ini terus kita kembangkan,” tandas Arif.

Sementara, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai DJBC Jateng dan DIY, Amin Tri Sobri menambahkan, pelaku juga mencoba memanfaatkan situasi bencana  yang tengah melanda Kota Semarang, berupa banjir dan berharap petugas lengah dalam melakukan pengawasan.

“Selain itu, pelaku juga sengaja merekayasa pengangkutan, dengan modus menutupinya menggunakan muatan buah naga dan salak, untuk mengelabui petugas. Sementara, terkait potensi kerugian negara yang berhasil diamankan, diperkirakan mencapai Rp 482,63 Juta, yang terdiri dari nilai cukai sebesar Rp 378 juta, pajak rokok sebesar Rp 37,8 Juta dan PPN hasil tembakau sebesar Rp 66, 83 juta,” paparnya lebih lanjut.

Saat ini barang hasil penindakan beserta sopir dan kernet, diamankan ke Kantor Bea Cukai menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Terhadap pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai, yang tidak dilekati pita cukai, atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya, dapat dipidana dengan pidana penjara hingga lima tahun , serta denda paling banyak  10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” pungkasnya.

Lihat juga...