Belum Ada Pejabat Publik di Papua Mengeluh Usai Divaksinasi COVID-19

Petugas medis melakukan tes cepat bagi warga di Jayawijaya beberapa waktu lalu – Foto Ant

WAMENA –  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, dr Willy Mambieuw menyatakan, belum ada pejabat publik di daerahnya yang mengeluh atau mengalami gangguan kesehatan usai divaksinasi COVID-19 pada Kamis (11/2/2021).

Di vaksinasi tahap pertama, ada sejumlah pejabat publik yang mendapat vaksin. “Sejak imunisasi sampai hari ini semua aman-aman saja, termasuk wakil bupati, sekda, kepala Bank Mandiri, kepala BPJS, ibu Dandim, ibu kabag hukum, ibu direktur RSUD,” katanya, Sabtu (13/2/2021).

Ia mengatakan setelah empat belas hari divaksinasi tahap pertama, pejabat publik itu akan divaksin lagi. Sebelum dilakukan vaksinasi, sudah dilakukan pengecekan kondisi kesehatan tubuh, dari yang bersangkutan. Sementara itu, pada vaksinasi tahap pertama, tidak semua tenaga medis yang terdaftar bisa disuntik. “Untuk tenaga medis, semua belum, baru sekitar 20-an, termasuk pejabat publik jadi sekitar 30 orang yang kemarin divaksinasi,” katanya.

Menurutnya, semua tenaga kesehatan wajib menerima vaksin. Namun, jika ada yang memiliki penyakit bawaan maka harus menjalani pengobatan sebelum divaksin. “Mereka wajib, namun kita juga melihat kondisi kesehatannya. Hanya mereka yang hasil screening-nya, baik yang bisa divaksinasi,” katanya.

Berdasarkan surat Kementerian Kesehatan yang baru diterima, Willy Mambieuw menyebut, warga berusia di atas 60 tahun juga sudah bisa divaksin. “Cuma waktunya 28 hari, baru pemberian atau vaksinasi yang kedua,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...